GM Bangkrut, Wall Street Semakin Mantap

GM Bangkrut, Wall Street Semakin Mantap

- detikFinance
Selasa, 02 Jun 2009 06:45 WIB
GM Bangkrut, Wall Street Semakin Mantap
New York - Pendaftaran perlindungan kebangkrutan General Motors (GM) mengakhiri ketidakpastian yang menyelimuti raksasa otomotif itu selama berbulan-bulan. Saham-saham di Wall Street pun bergerak mantap.

Apalagi data menunjukkan bahwa kontraksi sektor manufaktur AS sudah mulai melambat selama Mei. Hal itu memunculkan ekspektasi bahwa resesi yang sudah dimulai sejak tahun lalu kini sudah mulai mereda.

Indeks manufaktur Institute of Supply Management naik dari 40,1 menjadi 42,8 atau di atas konsensus meski masih di bawah level 50 yang merupakan indikasi adanya pertumbuhan. Sementara belanja konsumen selama April tercatat hanya turun 0,1% atau tidak seburuk yang dikhawatirkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini merupakan salah satu hari yang penuh magis dimana tidak ada berita buruk," jelas Jon Ogg, analis dari 24/7 Wall Street seperti dikutip dari AFP, Selasa (2/6/2009).

Investor juga mendapatkan dorongan dari tanda-tanda stabilisasi sektor manufaktur China, dengan permintaan dari emerging market atas komoditas dan sumber lainnya diharapkan bisa membantu pemulihan ekonomi.

"Kabar terbaik adalah pertumbuhan di China. Investor kini bertaruh pada pertumbuhan stimulus dari emerging markets," ujar Alan Lancz, penasihat investari dari Alan B Lancz & Associates Inc seperti dikutip dari Reuters.

Pada perdagangan Senin (1/6/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat tajam hingga 221,11 poin (2,60%) ke level 8.721,44. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 23,73 poin (2,58%) ke level 942,87 dan Nasdaq menguat 54,35 poin (3,06%) ke level 1.828,68.

Bursa Wall Street dibuka langsung menguat tajam, setelah General Motors mendaftarkan perlindungan kebangkrutan. Saham GM sudah didiskualifikasi dari Dow Jones setelah mendaftarkan kebangkrutan. Saham GM terakhir hanya 75 sen atau terburuk sejak era Great Depression.

"Kebangkrutan Chrysler sepertinya berakhir dengan baik dan investor berharap hal yang sama terjadi dengan GM," ujar Lancz.

Saham-saham sektor energi menjadi salah satu penggerak setelah harga minyak mentah melonjak hingga 2,27 dolar menjadi US$ 68,58 per barel. Saham Chevron melonjak hampir 4%, Exxon Mobil naik 3,5%.

Transaksi perdagangan cukup normal, di New York Stock Exchange mencapai 1,50 miliar atau sedikit di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,61 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads