Saham Tambang 'Pesta', Harga Minyak Kian Tinggi

Saham Tambang 'Pesta', Harga Minyak Kian Tinggi

- detikFinance
Selasa, 02 Jun 2009 07:44 WIB
Saham Tambang Pesta, Harga Minyak Kian Tinggi
Jakarta - Harga minyak dunia cenderung naik yang kini di level US$ 68 per barel akan membuat saham-saham tambang berpesta. Lincahnya saham tambang akan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Sentimen positif juga masih akan terasa dari angka inflasi Mei yang terus melandai dengan laju tahunan (YoY) sebesar 6,04%.

Satu hal yang juga melegakan pelaku pasar adalah hilangnya ketidakpastian terhadap masa depan General Motors (GM) setelah perusahaan otomotif terbesar di AS itu mendaftarkan proteksi kebangkrutannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

GM yang kini sahamnya diambilalih pemerintah AS 60%, pemerintah Kanada 12% diharapkan akan bangkit dengan suntikan dana baru senilai US$ 31 miliar.  

Alhasil, dengan sentimen-sentimen di atas IHSG pada perdagangan Selasa (2/6/2009) bisa berpotensi menuju posisi 2.000 sebuah level psikologis yang cukup keramat.

IHSG juga akan mengikuti gerak bursa regional yang kemungkinan masih positif setelah jelasnya berita soal GM. Indeks Nikkei Jepang pada Selasa pagi ini dibuka menguat 96,80 poin (1%) menjadi 9.774,55.

Nikkei mengikuti penguatan di Wall Street yang bergerak mantap setelah GM melakukan pendaftaran perlindungan kebangkrutan sehingga mengakhiri ketidakpastian yang menyelimuti raksasa otomotif itu selama berbulan-bulan.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (1/6/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat tajam hingga 221,11 poin (2,60%) ke level 8.721,44. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 23,73 poin (2,58%) ke level 942,87 dan Nasdaq menguat 54,35 poin (3,06%) ke level 1.828,68.

Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Senin (1/6/2009) naik tajam 81,749 poin (4,26%) menjadi 1.998,580.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Rendahnya inflasi Mei sebesar 0,04% sehingga tahunan (yoy) mencapai 6,04% memberi sentimen sangat positif ke pasar sehingga indeks menguat tajam 81 poin atau 4% menjadi 1.998. Melemahnya US dollar dan menguatnya harga minyak membuat harga komoditas rally sehingga sektor komoditas melonjak 11% menjadi penopang utama kenaikan di bursa. Selanjutnya arah IHSG akan ditentukan oleh Dow Jones yang menunggu keputusan pemerintah AS tentang GM dimana secara tehnikal rawan koreksi karena telah menembus upper band. Kisaran ada di 1.890-2.050 dengan pilihan saham: BUMI, ADRO, DEWA, AALI, BBRI, dan BMRI.

Panin Sekuritas

IHSG melonjak signifikan +4,26% didorong oleh kenaikan harga komoditas dan juga sentimen positif dari data inflasi Mei yang kemarin diumumkan oleh BPS. Angka inflasi bulanan (m-o-m) sebesar 0,04% serta tahunan (yoy) sebesar 6,04% dinilai investor sangat positif dan terkontrol. Selanjutnya investor akan menanti hasil sidang rapat dewan Gubernur BI terkait BI Rate. Investor global juga tengah berada pada sentimen positif meski masih menanti kemungkinan yang akan terjadi sehubungan dengan kebangkrutan GM.

Secara teknikal, indikator RSI menunjukkan IHSG sudah memasuki area overbought. Meski demikian, tingginya volume perdagangan dan menguatnya arah momentum indikator menunjukkan bahwa minat/tekanan beli masih akan mendominasi pasar dalam beberapa waktu mendatang. Indeks kami perkirakan akan mencoba menembus level 2.000, jika berhasil kemungkinan akan terus melaju menuju resistance 2.018. Target support di 1.980.
eTrading Securities

Saham US rally dan membawa indeks S&P 500 ke level tertinggi sejak tujuh bulan terakhir setelah laporan personal income, manufaktur dan konstruksi melebih perkiraan para ekonom. Dollar melemah terhadap Euro ke titik terendahnya pada tahun ini, sedangkan treasury dan komoditas meningkat. Saham Alcoa Inc, Boeing Co, dan Caterpillar Inc. naik sedikitnya 5.8% dan membuat Dow Jones naik 2.6% menjadi 8,721.44, S&P 500 +2.6% dan Nasdaq +3.06% menjadi 1,828.68. Berdasarkan laporan industri dari China dan US, harga minyak mentah dan tembaga naik mencapai level tertinggi sejak tujuh bulan terakhir. Minyak mentah untuk pengiriman bulan Juli +3.4% menjadi $68.58/barel dan Copper future untuk pengiriman bulan Juli +5.5% menjadi $2.319/pon. Dolar jatuh setelah laporan US dan China menunjukkan pertumbuhan global akan segera membaik. Dollar -1.5% menjadi $1.6436/pound dan diperdagangkan $1.4147/Euro. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads