Namun aksi jual saham-saham sektor finansial akibat kekhawatiran terjadinya dilusi setelah penawaran saham ke publik menggerus kenaikan indeks saham di Wall Street. Indeks saham terus bergerak dari teritori positif ke negatif.
Pada perdagangan Selasa (2/6/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik 19,43 poin (0,22%) ke level 8.740,87. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 1,87 poin (0,20%) ke level 944,74 dan Nasdaq menguat 8,12 poin (0,44%) ke level 1.836,80.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sentimen positif berasal dari indeks penjualan rumah yang naik 6,7% pada April, yang merupakan kenaikan bulanan terbesar dalam kurun waktu 7,5 tahun terakhir. Data yang dirilis National Association of Realtors ini menggambarkan bahwa resesi mulai mereda.
Saham-saham sektor konstruksi langsung menguat seperti Toll Brothers naik 4%, DR Horton naik 4,1%. Demikian pula saham-saham manufaktur besar seperti Boeing Co naik 3,1% dan menjadi salah satu penggerak Dow Jones.
"Beberapa berita mulai keluar dan menyatakan bahwa segala sesuatunya mulai stabil dan secara perlahan mulai terlihat lebih baik," ujar Dan Faretta, senior market strategist Lin-Waldock seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/6/2009).
"Kita masih melihat perusahaan-perusahaan terpuruk, mendaftarkan kebangkrutan, pengangguran terus meningkat, namun kita mulai menyentuh dasar (krisis)," tambahnya.
Saham-saham sektor finansial bergerak melemah seperti JPMorgan turun 4,5%, American Expres turun 4,9%.
Volume perdagangan cukup moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,41 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,42 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
(qom/qom)











































