BI kemungkinan akan memangkas BI Rate dari posisi saat ini 7,25% karena angka inflasi Mei yang terus melandai dengan laju tahunan (YoY) sebesar 6,04%.
Alhasil, saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga akan menjadi perhatian pelaku pasar dan akan mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan Rabu (2/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan harga saham tambang dan komoditas juga akan mulai terbatas dan cenderung berbalik arah meski harga minyak dunia masih tinggi di level US$ 68,15 per barel.
Pergerakan bursa regional juga akan mempengaruhi IHSG. Indeks Nikkei Jepang pada Rabu pagi ini dibuka menguat 19,51 poin (0,2%) menjadi 9.723,82.   Â
Sementara bursa Wall Street meneruskan penguatannya selama 4 hari berturut-turut karena sentimen positif indeks penjualan rumah yang naik 6,7% pada April, yang merupakan kenaikan bulanan terbesar dalam kurun waktu 7,5 tahun terakhir.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (2/6/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 19,43 poin (0,22%) ke level 8.740,87. Indeks Standard & Poor's 500 naik 1,87 poin (0,20%) ke level 944,74 dan Nasdaq menguat 8,12 poin (0,44%) ke level 1.836,80.
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (2/6/2009) naik tipis 0,063 poin (0%) menjadi 1.998,643.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Setelah sempat menguat ke posisi 2.043, IHSG akhirnya terkoreksi oleh profit taking di sektor pertambangan yang turun 2% sehingga akhirnya stagnan di 1.998. Investor lebih memilih profit taking mengingat kenaikan indeks telah cukup tinggi disamping bursa regional yang melemah. Meskipun BI rate diperkirakan bakal turun 25 bps menjadi 7%, aksi profit taking yang wajar bakal terjadi kembali. Terkait penurunan BI rate tersebut, sektor properti dan perbankan bisa menjadi pilihan seiring turunnya suku bunga. Kisaran IHSG ada di level 1.960-2.060 dengan pilihan saham: BUMI, BNBR, ELSA, BBNI dan ADHI.
(ir/ir)











































