Indofood Turun Peringkat

Indofood Turun Peringkat

- detikFinance
Rabu, 03 Jun 2009 11:01 WIB
Indofood Turun Peringkat
Jakarta - Perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) baik untuk performa perusahaan maupun Obligasi III/2004 dan Obligasi IV/2007 senilai total Rp 2,98 triliun yang telah diterbitkan.

Peringkat Indofood turun menjadi 'idAA' dari sebelumnya 'idAA+'. Pefindo juga memberikan peringkat 'idAA' terhadap Obligasi INDF V/2009 senilai Rp 1,61 triliun.

Hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk melunasi Obligasi III/2004 yang akan jatuh tempo di Juli 2009 dan membayar utang jangka pendek lainnya. Outlook peringkat tersebut adalah stabil. Masa berlaku peringkat 1 Mei 2009-1 Juni 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penurunan peringkat disebabkan oleh leverage keuangan Perusahaan yang semakin agresif," kata analis Pefindo Vonny Widjaja & Niken Indriarsih dalam siaran pers, Rabu (3/6/2009).

Namun, peringkat masih didukung oleh posisi pasar perusahaan yang sangat kuat di industri makanan serta portofolio usaha yang terdiversifikasi dengan baik dan operasi usaha yang terintegrasi secara vertikal.

Saat ini, bidang usaha INDF dibagi dalam empat unit usaha stratejik yaitu Produk Konsumen Bermerek (divisi mi instan, penyedap makanan, makanan ringan, serta nutrisi dan makanan khusus), Bogasari (tepung terigu), Agribisnis (divisi perkebunan, minyak goreng dan margarin serta komoditi) serta Distribusi dengan kontribusi masing-masing sebesar 30,8%, 30,1%, 26,9% dan 12,2% dari total penjualan di tahun 2008.

Di tahun 2008, INDF membeli Drayton Pte. Ltd., sebuah perusahaan investasi yang memiliki kepemilikan efektif sekitar 68,57% dalam PT Indolakto, perusahaan yang bergerak di bidang usaha industri pengolahan susu serta 60% saham di PT Lajuperdana Indah yang bergerak di bidang usaha perkebunan tebu terpadu melalui PT Salim Ivomas Pratama (anak Perusahaan).

Pada tanggal 31 Desember 2008, CAB Holdings Ltd adalah pemegang saham utama INDF dengan kepemilikan sebesar 50,05%.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads