Laba Bersih Metrodata Tergerus 84,99% di Triwulan I-2009

Laba Bersih Metrodata Tergerus 84,99% di Triwulan I-2009

- detikFinance
Rabu, 03 Jun 2009 15:40 WIB
Laba Bersih Metrodata Tergerus 84,99% di Triwulan I-2009
Jakarta - Laba bersih PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) pada triwulan I-2009 turun 84,99 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Jika pada triwulan I-2008 laba Metrodata mencapai Rp 11 miliar, kali ini labanya tergerus menjadi tinggal Rp 1,662 miliar.

Presiden Direktur MTDL Kusnadi Sukarja mengatakan bahwa penurunan laba bersih pada kuartal I tahun 2009 ini terutama disebabkan adanya rugi kurs.

"Pada penutupan kuartal I, fluktuasi nilai rupiah terhadap dolar sangat berpengaruh, sehingga menyebabkan laba bersih kuartal I tergerus," ujarnya dalam Paparan Publik MTDL di Gedung WTC, Jakarta, Rabu (3/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, pada awal 2009 pihaknya membuka perdagangan dengan nilai tukar rupiah Rp 9.300 per dolar AS. Namun kemudian nilai tukar rupiah pada kuartal I-2009 ditutup pada posisi Rp 11.800 per dolar AS.

Ia menjelaskan, peralatan untuk bisnis IT kebanyakan masih berasal dari luar negeri dan harganya sangat tergantung dari nilai dolar. Sehingga jika mata uang rupiah melemah maka akan menyebabkan kita mengalami rugi kurs.

Di tempat yang sama, Direktur Treasury MTDL, Susanto Djaja juga mengungkapkan bahwa komposisi kontribusi dan solusi akan dirubah menjadi 45 persen untuk kontribusi dan 55 persen lebih banyak di bisnis solusi.
Β Β Β 
"Kontribusi sangat mengandalkan nilai kurs, karena kurs masih berfluktuasi maka tahun 2009 kita akan meningkatkan bisnis solusi yang tidak menggunakan valas," ujarnya.
Β Β Β 
Tahun 2009, lanjut Susanto, pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 20 persen dan akan mengejar target laba bersih minimal sama dengan tahun 2008.

"Tahun 2009 ini, kita juga akan meningkatkan kinerja pertumbuhan non organik. Perseroan menyadari bahwa industri telekomunikasi bergerak dengan sangat cepat dan satu-satunya cara yakni merebut pangsa pasar adalah melalui pertumbuhan non organik," tuturnya.
Β Β Β 
Ia mengatakan, perseroan telah mengalami kemajuan yang cukup baik di area jasa pendukung telekomunikasi, sebagaimana terbukti dengan akuisisi PT Xerindo Teknologi, sebuah perusahaan dengan keahlian di bidang perencanaan radio, instalasi dan sebagainya.
Β Β Β 
"Akuisisi atas 37,21 persen saham Xerindo senilai Rp 5 miliar telah dilakukan perseroan dan kontribusinya akan terlihat pada akhir 2009," jelasnya.
Β Β Β 
Direktur MTDL, Sjafril Effendi mengatakan untuk fokus di solusi tahun 2009 ini perseroan akan mulai masuk ke sektor applikasi sistem perbankan.
Β Β Β 
"Perbankan saat ini sudah harus mengganti sistem IT-nya sesuai dengan tuntutan luar negeri, dengan ini kita sudah melakukan signing agreement dengan beberapa pengelola aplication sistem, salah satunya dengan perusahaan Nucleus yang akan bekerjasama dalam application banking solution," pungkasnya.Dapat US$ 10 JutaPT Metrodata Electronics (MTDL) akan mendapatkan suntikan dana sebesar US$ 10 juta dari bank swasta untuk ekpansi internal perseroan.

"Kita belum bisa sebutkan bank-nya, namun yang jelas berasal dari bank besar ujar Direktur Treasury dan Sekretaris Perusahaan MTDL Susanto Djaja.

Ia mengatakan, tambahan fasilitas pinjaman yang bernilai sekitar US$ 10 juta ini akan digunakan perseroan untuk pembangunan fasilitas baru di antaranya telekomunikasi.

"Selain itu MTDL akan mengurangi pinjaman jangka pendeknya yang mencapai Rp 296 miliar sampai dengan akhir tahun 2008," tuturnya.

Susanto menjelaskan, total utang jangka pendek tersebut yakni sekitar 80 persen kepada PT Bank Danamon dan PT Bank OCBC Nisp.

"Kita akan segera mempercepat pembayaran utang tersebut," jelasnya.

Untuk sumber dananya, perseroan juga akan menggunakan sebagian besar laba ditahan 2008 yaitu sebesar Rp 27,9 miliar untuk mengurangi utang jangka pendeknya ini.

Selain itu, pada tahun ini MTDL menganggarkan belanja modal sebesar Rp 5 miliar yang juga akan diambil dari laba ditahan tersebut.

"Capex kita tidak terlalu banyak, hanya mencapai Rp 5 miliar dan digunakan untuk pembenahan software," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama MTDL, Kusnadi Sukarja mengatakan bahwa MTDL hingga saat ini masih mengalami keterbatasan modal dan hal itu menjadi kendala perusahaan, oleh sebab itu rencananya perseroan akan segera melakukan penawaran umum terbatas (rights issue).

"Rencana tersebut sudah dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa perseroan," ujarnya.

Rights issue rencananya akan dilakukan pada kuartal I pada tahun 2010. "Rights issue dilakukan untuk meningkatkan modal disetor perusahaan guna ekspansi usaha," kata Kusnadi.
Β 
RUPS tersebut juga menyetujui peningkatkan modal dasar menjadi Rp 400 miliar dari sebelumnya Rp 132 miliar. Sedangkan modal disetor perusahaan saat ini hanya Rp 100 miliar.
(dru/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads