Melemahnya harga minyak mentah dunia hingga 3% membuat saham-saham energi yang berkapitalisasi besar melemah. Saham Chevron turun hingga 1,6%, Exxon turun 1,2%Β setelah harga minyak turun ke level US$ 64,12 per barel setelah sempat menyentuh US$ 69 per barel.
"Dalam beberapa hari terakhir kita telah melihat rally yang kuat, namun faktanya adalah bahwa ekonomi masih terus berjuang saat ini. Ketika ekonomi melemah, pendapatan tidak akan terlalu bagus," ujar Giri Cherukuri, kepala pialang dari OakBrook Investment LLC, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham sektor komoditas juga bergerak melemah seiring penguatan dolar AS lebih dari 1% atas sekumpulan mata uang. Penguatan dolar membuat nilai komoditas yang umumnya berdenominasi dolar AS menjadi turun. Saham produsen Alumunium, Alcoa Inc turun 4,3%.
Saham-saham industri besar juga melemah seperti Boeing yang turun 1,7%, DuPont Co turun 3,9%.
Volume perdagangan moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,32 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,31 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
(qom/qom)











































