Serangan Profit Taking di Wall Street

Serangan Profit Taking di Wall Street

- detikFinance
Kamis, 04 Jun 2009 06:47 WIB
Serangan Profit Taking di Wall Street
Jakarta - Setelah 4 hari berturut-turut menguat, saham-saham di Wall Street akhirnya melemah akibat profit taking. Merosotnya lagi harga minyak mentah dunia memberi kontribusi besar.

Melemahnya harga minyak mentah dunia hingga 3% membuat saham-saham energi yang berkapitalisasi besar melemah. Saham Chevron turun hingga 1,6%, Exxon turun 1,2%Β  setelah harga minyak turun ke level US$ 64,12 per barel setelah sempat menyentuh US$ 69 per barel.

"Dalam beberapa hari terakhir kita telah melihat rally yang kuat, namun faktanya adalah bahwa ekonomi masih terus berjuang saat ini. Ketika ekonomi melemah, pendapatan tidak akan terlalu bagus," ujar Giri Cherukuri, kepala pialang dari OakBrook Investment LLC, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Rabu (4/6/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 65,63 poin (0,75%) ke level 8.675,24. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 12,98 poin (1,37%) ke level 931,76 dan Nasdaq melemah 10,88 poin (0,59%) ke level 1.825,92.

Saham-saham sektor komoditas juga bergerak melemah seiring penguatan dolar AS lebih dari 1% atas sekumpulan mata uang. Penguatan dolar membuat nilai komoditas yang umumnya berdenominasi dolar AS menjadi turun. Saham produsen Alumunium, Alcoa Inc turun 4,3%.

Saham-saham industri besar juga melemah seperti Boeing yang turun 1,7%, DuPont Co turun 3,9%.

Volume perdagangan moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,32 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,31 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads