Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (3/6/2009).
"Tidak ada tekanan politik (IPO BUMN), yang penting harganya cocok. Sama sekali tidak ada urusan politik," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tunggu kuartal 4 ini, kita lihat kembali BUMN mana yang siap. Kalau pasar makin bagus, kita go public," ujarnya.
Saat ini, perusahaan negara yang sudah mengantongi izin dari DPR dan masih mengantri untuk masuk lantai bursa antara lain PT Garuda Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Pembangunan Perumahan (PP) dan PT Waskita Karya.
Sementara BUMN lain yang masih harus mendapat restu dari DPR diantaranya PT Krakatau Steel, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, IV dan VII.
(ang/qom)











































