Kondisi pasar global dan regional yang cenderung negatif juga bisa melemahkan IHSG. Maka itu IHSG butuh sentimen baru untuk bisa bertahan positif.
Pada perdagangan saham Kamis (4/6/2009) IHSG diprediksi akan mengalami tekanan karena sejumlah emiten sudah dalam kondisi jenuh beli. Sentimen inflasi dan BI Rate yang turun masih bisa dirasakan di lantai bursa.Β Β Β Β Β Β Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (4/6/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 65,63 poin (0,75%) ke level 8.675,24. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 12,98 poin (1,37%) ke level 931,76 dan Nasdaq melemah 10,88 poin (0,59%) ke level 1.825,92.
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (3/6/2009) naik 12,271 poin (0,61%) menjadi 2.010,914.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Untuk pertama kalinya indeks ditutup di atas 2.000 setelah beberapa kali gagal menembus level psikologis tersebut. Penurunan BI Rate yang sesuai dengan ekspektasi pasar diapresiasi positif investor sehingga bursa menguat 12 poin ke posisi 2.010. IHSG selanjutnya bertumpu pada sentimen luar karena belum ada agenda dalam negeri kembali. Indeks telah overbought dan berada di posisi upper band sehingga rawan profit taking yang sehat menuju level keseimbangan baru. Arah pergerakan IHSG dikisaran 1.980-2.040 dengan pilihan saham: DEWA, PGAS, ENRG, ELSA, dan WIKA.Β eTrading Securities
Ekonomi Australia di luar prediksi bertumbuh 0,4% QoQ setelah terkontraksi 0,2% kuartal sebelumnya. Pendorong pertumbuhan adalah dari pembagian bantuan dana untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan suku bunga rendah mendorong belanja masyarakat. Meskipun demikian negara yang kaya dengan sumber daya alam ini menunjukan investasi pada sektor komoditas masih lesu. Rio Tinto memangkas belanja modal untuk di dunia dari USD 5 miliar menjadi USD 4 miliar.
Setelah 'doji' IHSG terjadi di akhir pedagangan selasa, kemarin IHSG hampir menciptakan pattern yang sama kembali namun gagal dan menciptakan body pada candle stick nya. Apakah potensi reversal masih berlaku? Kita lebih akan mengatakannya market kehabisan nafas setelah menembus level 2.000 terutama dengan periode yang sangat cepat kurang dari 6 bulan dengan gain 85% dari level terendahnya.
Di Indonesia, analyst dari broker asing menghadiri konferen Coaltrans di Bali. Hasil dari konferen menunjukan investasi pada sektor komoditi di perkirakan rendah, produsen batu-bara optimis dengan pertumbuhan harga batu-bara 2H09,belum ada tanda-tanda penurunan penawaran harga dari PLN (Bagus untuk PTBA) dan pemerintah akan mengimplimentasikan DMO (Domestic Market Obligation) dengan harga acuan ICPR (Indonesia Coal Price Reference) yang berdasarkan pergerakan harga International. (ir/ir)











































