Harga minyak mentah dunia pada perdagangan Kamis (4/6/2009) terus melaju mendekati level US$ 70 per barel setelah Goldman Sachs mengelurkan proyeksi baru terkait pemulihan ekonomi.
Kontrak utama minyak jenis light pengiriman Juli sempat melonjak hingga US$ 69,60 per barel sebelum ditutup naik hingga 2,45 dolar ke level US$ 68,57 per barel. Sementara minyak Brent ditutup naik ke 2,83 per barel ke level US$ 68,71 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga minyak melonjak merespons laporan Goldman Sachs yang menaikkan target harga minyak mentah pada akhir tahun ke US$ 85 per barel dan memberikan nasihat kepada kliennya untuk keluar dari 'short position' pada minyak mentah," ujar Andy Lipow, presidont Lipow Oil Associates seperti dikutip dari AFP, Jumat (5/6/2009).
Kenaikan harga minyak juga dipicu oleh turunnya klaim pengangguran secara tajam, yang memicu harapan segera pulihnya ekonomi.
Sementara bursa Wall Street kembali menguat didorong oleh kenaikan harga minyak dan juga saham-saham sektor finansial.
Pada perdagangan Kamis (4/6/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik hingga 74,96 poin (0,86%) ke level 8.750,24. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 10,70 poin (1,15) ke level 942,46, Nasdaq menguat 24,10 poin (1,32%) ke level 1.850,02.
Saham-saham berbasis komoditas juga ikut menguat seperti produsen Aluminium Alcoa Inc yang naik 6,2%, Newmont Mining naik 2,2%. Saham sektor finansial menguat seperti Bank of America naik 5,9%, Wells Fargo naik 4%, JPMorgan Chase naik 4%.
Volume perdagangan moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,36 miliar di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,50 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
(qom/qom)










































