CIMB Naikkan Prediksi Harga CPO

Rekomendasi Saham

CIMB Naikkan Prediksi Harga CPO

- detikFinance
Jumat, 05 Jun 2009 10:50 WIB
CIMB Naikkan Prediksi Harga CPO
Jakarta - CIMB menaikkan prediksi harga Crude Palm Oil (CPO) untuk tahun 2009. Saham-saham berbasis CPO pun siap menikmati imbas kenaikan harga CPO.

Berikut prediksi dari CIMB-GK Securities terkait harga CPO, yang dirilis, Jumat (5/6/2009):
1. Kami menaikan target harga CPO (CIF) sebesar 18% untuk FY09 dan 8% untuk FY10 menjadi $710/ton dengan alasan turunnya produksi soybean di Argentina, permintaan consumer yang masih kuat, serta recovery output tanaman yang lambat.

2. Asumsi kami atas harga CPO lokal juga kami naikan 17% ke RM2280/ton untuk FY09 dan 5% ke RM2250 untuk FY10 karena tingginya harga CPO international dan melemahnya USD. Harga untuk FY11 tetap RM2100/ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

3. Dari hasil wawancara kami dengan beberapa emiten kebun, produksi tandan buah segar (tbs) telah meningkat pada Mei.

4. Kenaikan harga minyak global ke $66/barel memberikan floor price bagi CPO, dimana harga breakeven CPO-biodiesel adalah RM2195/ton (dengan subsidi). Apabila harga minyak tetap dilevel saat ini, harga CPO akan memiliki support di RM2000/ton.

5. Sejak update terakhir kami bulan April 2009, Oil World telah memangkas produksi soybean dari LatAM sebesar 8% ke 8.4MT karena bencana kekeringan. LatAM memiliki kontribusi 52% produksi soybean global, sehingga consumers beralih ke US sehingga inventory di US akan menyentuh 5YR low pada September 2009 nanti.

6. Apabila terjadi El nino pada 2H09, masih ada upside untuk harga CPO.

7. Kami tetap positif terhadap harga CPO hingga akhir 2Q09, restocking inventory akan terjadi, dan import duty India tetap 0%, serta musim tanam di US mengalami keterlambatan. Namun kami memperkirakan harga CPO akan turun pada 3Q09 sebelum recover pada 4Q09.

Rekomendasi CIMB-GK Securities terkait saham-saham berbasis CPO adalah:

Kami mempertahankan rating OUTPERFORM untuk London Sumatera Plantation (LSIP) dengan target harga Rp 6850 (dari sebelumnya Rp 5020) yang mengindikasikan 13x CY10 P/E, sejalan dengan target P/E. LSIP adalah top pick kami di sektor plantation dan lebih menarik dari AALI karena potential earning growth yang lebih tinggi. Rata-rata umur tanaman hanya 10 tahun, dengan mature areas meningkat 32% dalam 3 tahun kedepan.

Sementara AALI memiliki rata-rata umur tanaman 14-15 tahun. LSIP memiliki FFB yield sekitar 20.9 ton/ha vs ideal 22 ton/ha. Kami juga melihat integrasi dengan Indofood Agri dalam beberapa tahun kedepan sehingga kami menaikan EPS 3-8% pada FY09-11 setelah merivisi asumsi harga CPO dan Rupiah.

Kami juga menaikan harga karet karena kurangnya supply global karet saat ini. Kami juga memberikan rating NEUTRAL untuk Astra Agro Lestari (AALI) dengan target harga Rp18,500; UNDERPERFORM untuk Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) dengan target harga Rp 660, NEUTRAL untuk Sampoerna Agro (SGRO) dengan target harga Rp 1750.

Antara kurun 7/5/2009- 4/6/2009, LSIP terlihat beberapa kali mencoba untuk mendobrak dominasi IDR 6550 namun hanya pada tanggal 2/6/2009 LSIP mencapai IDR 6700 untuk kemudian terkoreksi kembali
(Catatan: angka tertinggi tanggal 7/5 IDR 6450, 8/5 IDR 6400, 11/5 IDR 6500, 3/6 IDR 6550, 4/6 IDR 6500).

Gambaran umum diberikan lewat Standard Deviation Channel periode 25 yang naik +24.65 namun garis linear regresi malah bergerak turun. MACD bergerak bullish tetapi belum terjadi golden cross sehingga LSIP akan kelihatan menarik jika hari ini menembus IDR 6700 dengan volume yang significant.


  • Konsolidasi bawah: minor IDR 6200, major IDR 6050
  • Konsolidasi atas: minor IDR 6700, major IDR 6850.
Β 

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads