BEI Buat Indeks Saham Berbasis Lingkungan SRI-KEHATI

BEI Buat Indeks Saham Berbasis Lingkungan SRI-KEHATI

- detikFinance
Jumat, 05 Jun 2009 13:07 WIB
BEI Buat Indeks Saham Berbasis Lingkungan SRI-KEHATI
Jakarta - Bertepatan dengan hari lingkungan sedunia 5 Juni, Bursa Efek Indonesia kembali membuat indeks baru melengkapi kelompok indeks saham sebelumnya. Kali ini indeks saham yang dibuat berbasis lingkungan yang dinamakan Indeks SRI-KEHATI.

Sebelumnya BEI baru saja meluncurkan Pefindo 25 SME Index. Sebelumnya BEI juga sudah memiliki Indeks Kompas 100, indeks LQ-45, JII, MBX dan DBX.

Indeks SRI-KEHATI dibuat atas kerjasama BEI dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) yang bergerak dibidang pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks SRI-KEHATI mulai meluncur 8 Juni 2009 yang akan berisi 25 saham-saham di BEI. Nama SRI-KEHATI mengacu pada tata cara pengelolaan perusahaan yang Sustainable and Responsible Investment (SRI).

"Indeks ini juga diciptakan sebagai barometer dimana investor dapat menginvestasikan dananya kepada perusahaan yang memiliki kesadaran terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik," kata Kadiv Perdagangan BEI Supandi dan Kadiv Riset dan Pengembangan Produk, Kandi Sofia S Dahlan, Jumat (5/6/2009).

Kriteria Indeks SRI-KEHATI adalah:
  • Total aset, yakni emiten yang memiliki total aset di atas Rp 1 triliun berdasarkan laporan keuangan auditan tahunan.
  • Price Earning Ratio (PER), yakni emiten yang memiliki PER positif.
  • Free Float Ratio, yakni kepemilikan saham publik harus lebih besar atau sama dengan 10%.

Aspek fundamental SRI-KEHATI adalah mempertimbangkan 6 faktor yaitu:
  1. Environmental
  2. Community
  3. Corporate Governance
  4. Human Rights
  5. Business Behaviour
  6. Labour Practices & Decent Work

Evaluasi daftar Indeks SRI-KEHATI dilakukan 2 kali dalam setahun yakni setiap bulan Februari dan Agustus.

Berikut daftar emiten yang masuk Indeks SRI-KEHATI:
  1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  2. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
  3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  4. PT Astra International Tbk (ASII)
  5. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  6. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
  7. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)
  8. PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA)
  9. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
  10. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)
  11. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)
  12. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  13. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
  14. PT Indosat (ISAT) Tbk
  15. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
  16. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
  17. PT Medco Energi International Tbk (MEDC)
  18. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
  19. PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN)
  20. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)
  21. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB)
  22. PT Timah Tbk (TINS)
  23. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
  24. PT United Tractors Tbk (UNTR)
  25. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 
  (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads