Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/6/2009).
"Kita nggak setuju dengan harga itu, terlalu mahal. Rekomendasi Danareksa tidak harus diikuti," ujarnya.
Pasalnya, rekomendasi yang diberikan sekuritas plat merah tersebut dinilai terlalu tinggi. Danareksa mengusulkan harga jual per lembar sahamnya minimal Rp 450 per saham.
"Kalau harga terlalu mahal saya tidak mengizinkan untuk masuk," ungkapnya.
Ia mengatakan, seharusnya Pertamina melihat harga yang sebenarnya saat ini dan bukan melalui potensi keuntungan dalan 10 tahun yang akan datang.
Menurutnya, keputusan Direksi dan Komisaris Pertamina untuk membeli saham Elnusa baru akan dilakukan jika harganya cocok. Apalagi ia beranggapan nilai lebih Elnusa sebenarnya banyak disumbang dari proyek-proyek yang diberikan oleh Pertamina.
"Kalau tidak (cocok) kita masuk ke tempat lain saja. Karena added value (Elnusa) yang banyak itu pada proyek-proyek yang diberikan oleh Pertamina," ujarnya.
(ang/lih)











































