META Berencana Rights Issue di Semester II-2009

META Berencana Rights Issue di Semester II-2009

- detikFinance
Jumat, 05 Jun 2009 17:05 WIB
META Berencana Rights Issue di Semester II-2009
Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana melakukan rights issue pada semester kedua 2009 dengan target pengumpulan dana sebesar Rp 450-850 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai capex dan refinancing perseroan ke depan.

"Rights issue rencananya di semester dua dengan target mengumpulkan dana Rp 450-850 miliar, digunakan untuk capex dan refinancing. Walaupun capex dari 2008 masih sisa Rp 150 miliar," kata Direktur META Danni Hasan dalam Paparan Publik META di Graha Niaga, Jakarta, Jumat (05/6/2009).

Refinancing yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah pembayaran ke Bank Mega senilai Rp 200 miliar. Selain itu ada juga utang jangka pendek ke Bank Mega sebesar Rp 27 miliar dengan jangka waktu 1 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan Suku Bunga Ganggu Kinerja META

Kinerja META pada triwulan I-2009 terganggu oleh kenaikan suku bunga. META terpaksa mencatat rugi bersih sebesar Rp 7,72 miliar pada akhir triwulan I-2009 meski pada periode yang sama tahun lalu perseroan masih membukukan laba bersih hingga Rp 1,820 miliar.

"Rugi bersih tersebut akibat tingginya suku bunga pinjaman dan sebagai akibat dari krisis global, melemahnya penjualan properti dan lesunya penjualan otomotif," ujar Direktur Utama META Ramdani Basri.

Lonjakan ini terasa karena pada triwulan pertama 2008 suku bunga masih di kisaran 12,5-14 persen. Sedangkan pada triwulan pertama tahun ini suku bunga melonjak jadi 17 persen.

Akibat suku bunga yang membengkak ini, bisnis perseroan yang bergerak di bidang infrastruktur ini pun mau tak mau terganggu secara umum.

"Terutama jalan tol, karena bunga tinggi akan mempengaruhi penjualan mobil. Mobil inilah yang menjadi konsumen pengguna jalan tol, selain itu penjualan rumah di Serpong juga berimbas pada volume trafik di Serpong," paparnya.

Akibat hasil kinerja ini, perseroan pun menunda rencana ekspansi bisnis, termasuk merger dan akuisisi yang sudah direncanakan. Perseroan pun memutuskan tidak membagikan dividen atas laba 2008 yang sebesar Rp 6 miliar karena masih membukukan rugi.

Sementara itu, Direktur Keuangan META Ruswin Nazwir menjelaskan, walaupun mengalami rugi bersih namun kegiatan usaha perseroan masih menunjukkan tren yang positif. Hal ini ditandai adanya kenaikan volume lalulintas dan pendapatan tol dari unit-unit usaha Perseroan.
   
"Secara konsolidasi, perseroan mencatat pendapatan usaha konsolidasi di triwulan I-2009 sebesar Rp 33,13 miliar atau meningkat sebesar 43,87 persen jika dibandingkan dengan pendapatan usaha konsolidasi periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 23,02 miliar," papar Ruswin Nazwir.

Pendapatan sebesar itu terdiri dari kontribusi ruas jalan tol PT Bintaro Serpong Damai (BSD) yang rata-rata volume lalulintas per harinya naik dari 55.178 kendaraan di triwulan I-2008 menjadi 57.311 kendaraan pada triwulan I-2009.

"Jumlah pendapatan tol BSD sebesar Rp 19,3 miliar sampai triwulan I," jelasnya.

Kenaikan volume kendaraan juga terjadi di tol Bosowa Marga Nusantara yang mencapai Rp 6,24 miliar dan PT Jalan Tol Seksi Empat yang sebesar mencapai Rp 15,63 miliar.

Dengan kenaikan pendapatan itu, laba usaha perusahaan pun sesungguhnya masih mengalami kenaikan sebesar 27,97 persen menjadi Rp 13,93 miliar di triwulan I-2009. (dru/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads