UIC Bagi Dividen Rp 39/Saham

UIC Bagi Dividen Rp 39/Saham

- detikFinance
Jumat, 05 Jun 2009 17:40 WIB
UIC Bagi Dividen Rp 39/Saham
Jakarta - PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) membagikan dividen Rp 39 per saham kepada 383.331.363 saham. Total dividen yang dibayarkan sebesar 40% dari perolehan laba bersih 2008 atau Rp 14,95 miliar.

Demikian keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan UNIC di Jakarta, Jumat (5/6/2009). Perseroan menggunakan nilai kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal  1 Juni  2009 yakni Rp 10.263/US$.

UNIC mencatat kenaikan laba bersih konsolidasi sebesar 4,7% melalui pencapaian laba bersih konsolidasi sebesar US$ 3,69 juta pada tahun 2008 di tengah-tengah krisis ekonomi global yang terus berkelanjutan. Sedangkan laba bersih konsolidasi tahun 2007 tercatat sebesar US$ 3,53 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai penjualan bersih konsolidasi Perusahaan pada tahun 2008 mengalami peningkatan sebesar 7,8% dari yang sebelumnya pada tahun 2007 tercatat sebesar US$ 318,72 juta menjadi US$ 343,54 juta, dengan marjin laba kotor sebesar 13,15%.

"Peningkatan nilai penjualan ini seiring dengan harga minyak mentah yang melambung tinggi pada delapan bulan pertama tahun 2008," jelas Yani Alifen, Presiden Direktur UNIC.

Pengaruh peningkatan harga jual rata-rata berdampak juga pada peningkatan laba usaha tahun 2008 yaitu menjadi sebesar US$ 21,07 juta atau meningkat sebesar 66,6% dari yang sebelumnya tercatat sebesar US$ 12,64 juta pada tahun 2007.

Sementara itu dari sisi volume, volume penjualan AB pada tahun 2008 mengalami penurunan sebesar 18,1% dari 134.665 mt di tahun 2007 menjadi 110.310 mt di tahun 2008.

Penurunan volume penjualan terutama terjadi pada saat harga minyak mentah yang mendadak turun secara drastis, dimana pada periode itu para pelanggan menunda pengambilan sambil menunggu dan memantau situasi pasar.

Pada tahun 2008, perusahaan memproduksi AB sebesar 121.685 MT atau meningkat sebesar 10,8% dibandingkan dengan produksi pada tahun 2007 sebesar 109.834 MT. Peningkatan volume produksi ini dikarenakan pada tahun 2008, Perusahaan memproduksi BAB sebesar 11.696 MT, sedangkan pada tahun 2007 Perusahaan tidak memproduksi BAB.

Pada kesempatan ini disampaikan juga keberhasilan perusahaan dalam melunasi seluruh utang obligasi rupiahnya (Obligasi Unggul Indah Cahaya I) yang masih beredar yaitu sejumlah Rp.448 miliar secara tepat waktu pada tanggal jatuh tempo obligasi di bulan Oktober 2008.

Pelunasan obligasi ini dilakukan melalui pendanaan kembali dengan pinjaman Club Deal Facility sebesar US$ 55 juta dari PT Bank Rabobank International Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk, Standard Chatered bank dan PT Bank Ekonomi Raharja Tbk dengan suku bunga bersaing dan dengan mekanisme pembayaran dimuka yang baik.

"Kesepakatan pendanaan ini mencerminkan kepercayaan dari para pemberi pinjaman kepada perusahaan," jelas Yani Alifen, Presiden Direktur UIC.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads