Euforia Bullish di Lantai Bursa

Review Sepekan

Euforia Bullish di Lantai Bursa

- detikFinance
Sabtu, 06 Jun 2009 07:52 WIB
Euforia Bullish di Lantai Bursa
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini bergerak menguat spektakuler. IHSG mencatat penguatan tertinggi sejak September 2008 dengan menerobos level psikologis 2.000-an.
Β 
Pada penutupan perdagangan saham Jumat kemarin (5/6/2009) IHSG naik tajam 46,215 poin (2,27%) menjadi 2.078,931. Berikut rekomendasi dan review saham dari Panin Sekuritas, Sabtu (6/6/2009).
Β 
Review Mingguan:

Sinyal membaiknya data makro ekonomi menimbulkan optimisme perekonomian global mulai pulih dari krisis terburuk sejak great depression 1930. Data perumahan AS, AngkaΒ  pertumbuhan GPD Australia 2Q-09 yang diatas ekspektasi, serta kebangkrutan GM pada 1 Juni 2009 lalu nilai sebagai titik terendah pada krisis ini, sekaligus menimbulkan harapan bahwa dunia perekonomian tengah berada dalam fase recovery.

Pasar pun berspekulasi, ditandai dengan menguatnya harga komoditas seperti crude oil, nikel, timah, batubara seiring dengan ekspektasi demand akan meningkat jika perekonomian pulih. Angka inflasi yang rendah (0,04% mom) dinilai pasar masih terkendali. Langkah BI yang kembali menurunkan BI Rate dari 7,25% menjadi 7,0% juga direspon positif oleh pasar. Nilai tukar rupiah terhadap dollar terus menguat dari level Rp10.300/USD (Senin) menjadi Rp9.935/USD pada hari Jumat. Penguatan nilai tukar rupiah disamping memang ada faktor melemahnya dollar terhadap mata uang lain, juga mengindikasikan mulai masuknya investor asing sebagai respon dari kuatnya fundamental ekonomi Indonesia ditengah krisis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG sepanjang pekan lalu bergerak menguat spektakuler +162 poin (+8,46%) dari pembukaan di 1.916,83 hingga penutupan 2.078,93. Terlihat saham bluechip sektor pertambangan, perbankan menjadi penggerak indeks sepanjang pekan lalu.

Rekomendasi:

Meski euforia bullish diperkirakan masih akan berlanjut pada awal pekan, kami erekomendasikan investor untuk tetap berhati-hati akan kemungkinan terjadinya profit taking. Harga minyak terlihat sudah mendekati level resistance US$70-75/barel, dimana penurunan harga minyak dan komoditas akan menyeret turun harga saham pertambangan dan perkebunan.

Selain itu, harga beberapa saham perbankan terlihat sudah kembali ke level sebelum krisis (pra krisis). Beberapa data makroekonomi dari AS seperti tingkat pengangguran dan penjualan ritel dapat menjadi fokus investor pekan depan. Kami perkirakan pekan ini indeks akan cenderung bergerak mixed dengan kisaran support-resistance 1.992-2.110.

(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads