Pelaku pasar menilai IHSG saat ini sudah fully overbought sehingga perdagangan saham Senin (8/6/2009) akan diwarnai aksi merealisasikan gain (keuntungan).
Sentimen positif yang masih bisa mengangkat IHSG adalah penguatan rupiah dan harga minyak dunia yang masih di level US$ 67,9 per barel. Harga minyak yang bertahan tinggi akan mengerek saham komoditas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Wall Street pada Jumat pekan lalu (5/6/2009) bergerak mixed, akibat profit taking setelah rally sebelumnya. Pasar saham berjalan sangat bergejolak, dan memulai sesi perdagangan dengan penguatan sebelum akhirnya melemah karena investor melakukan penilaian ulang atas data pengangguran terbaru.
Β Β Β Β Β Β Β
Pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2009), indeks Dow Jones menguat tipis 12,89 poin (0,15%) ke level 8.763,13. Indeks Standard & Poor's 500 turun tipis 2,37 poin (0,25%) ke level 940,09 dan Nasdaq melemah 0,60 poin (0,03%) ke level 1.849,42.
Sementara IHSG pada penutupan perdagangan saham Jumat (5/6/2009) naik tajam 46,215 poin (2,27%) menjadi 2.078,931.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks masih terus naik 46 poin ke posisi 2.078 dan diperkirakan dalam pekan ini akan mencoba menembus level psikologis baru 2.100. IHSG menguat terutama ditopang oleh saham ASII, INCO dan BBCA di atas 4% sehingga mencapai level tertinggi selama delapan bulan terakhir. Walaupun terus menguat perlu diwaspadai aksi profit taking yang dapat terjadi sewaktu-waktu karena kondisi yang sudah fully overbought. Kisaran IHSG ada di 2.040-2.100 dengan pilihan saham: BBRI, INDF, LSIP, MEDC, SGRO, dan ELTY.
Panin Sekuritas
Meski euforia bullish diperkirakan masih akan berlanjut pada awal pekan, kami merekomendasikan investor untuk tetap berhati-hati akan kemungkinan terjadinya profit taking. Harga minyak terlihat sudah mendekati level resistance US$70-75/barel, dimana penurunan harga minyak dan komoditas akan menyeret turun harga saham pertambangan dan perkebunan. Selain itu, harga beberapa saham perbankan terlihat sudah kembali ke level sebelum krisis (pra krisis). Beberapa data makroekonomi dari AS seperti tingkat pengangguran dan penjualan ritel dapat menjadi fokus investor pekan depan. Kami perkirakan pekan ini indeks akan cenderung bergerak mixed dengan kisaran support-resistance 1.992-2.110.Β eTrading Securities
Jika anda adalah fundamentalist ini saran dari kami, kumpulkan saham berbasih export dan Rupiah plays. Rupiah menguat sampai di bawah 10 ribu per dollar atau tepatnya Rp 9.915/dollar. Kita semua tau penguatan Rupiah akan mengimplimentasikan penguatan harga komoditas terutama karena harga komoditas dikotasikan pada mata uang US Dollar, namun apabila tidak di topang oleh fundamentalnya (Supply/Demand) harga komoditas cenderung akan berfluktuasi di jangka panjang. Beberapa komoditas yang saya perkirakan berfundamental kuat yaitu seperti Batu-bara dan CPO. Hari ini harga batu-bara naik 10% di pelabuhan Newc menjadi $74/ton recomendasi BUMI, ITMG, dan ADRO.
Ada 2 implimentasi dari penguatan rupiah, 1) Perusahaan yang memiliki leverage besar pada mata uang USD akan mencatat Forex gain tahun ini, antara lain BLTA, SMCB, ISAT, INDF, PGAS, TLKM, ASII, KLBF, INKP dan tidak ketinggalan LTLS. 2) Perusahaan yang mendominasikan export ke total penjualannya akan menikmati dampak dari apresiasi Rupiah.
Pergerakan rupiah yang diprediksi terus menguat seiring sentimen lelang SUN pada 9 Juni 2009, hingga ke level Rp 9.900 berdampak positif terhadap kualitas kredit sejumlah bank yang mempunyai eksposur tinggi terhadap pinjaman dolar yakni BMRI 25% (dari total kredit) dan BDMN 17% (dari total kredit) sehingga kenaikan NPL dari imbas perlambatan pertumbuhan ekonomi bisa ditekan. (ir/ir)











































