Rupiah ke 9.922/US$, IHSG Aman

Sesi Siang

Rupiah ke 9.922/US$, IHSG Aman

- detikFinance
Senin, 08 Jun 2009 12:09 WIB
Rupiah ke 9.922/US$, IHSG Aman
Jakarta - Penguatan rupiah yang berlanjut hingga di bawah level 10.000 per dolar AS membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk sementara aman dari gangguan profit taking.

eTrading Securities menjelaskan, penguatan Rupiah akan mengimplimentasikan penguatan harga komoditas terutama karena harga komoditas dikotasikan pada mata uang dolar AS.

Namun apabila tidak di topang oleh fundamentalnya (Supply/Demand) harga komoditas cenderung akan berfluktuasi di jangka panjang. Beberapa komoditas yang diperkirakan berfundamental kuat yaitu seperti batubara dan CPO.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergerakan rupiah yang diprediksi terus menguat seiring sentimen lelang SUN pada 9 Juni 2009, hingga ke level Rp 9.900 berdampak positif terhadap kualitas kredit sejumlah bank yang mempunyai eksposur tinggi terhadap pinjaman dolar yakni BMRI 25% (dari total kredit) dan BDMN 17% (dari total kredit) sehingga kenaikan NPL dari imbas perlambatan pertumbuhan ekonomi bisa ditekan.

Pada penutupan perdagangan saham sesi siang, Senin (8/6/2009) IHSG menguat 15,970 poin (0,77%) menjadi 2.094,901. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB menguat 8 poin menjadi 9.922 per dolar AS.

Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 72.997 kali, dengan volume 5,397 miliar unit saham, senilai Rp 2,603 triliun. Sebanyak 124 saham naik,59  saham turun dan 61 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bakrieland Development (ELTY) naik Rp 10 menjadi Rp 330, Telkom (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 7.900, Darma Henwa (DEWA) naik Rp 10 menjadi Rp 230, Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) naik Rp 130 menjadi Rp 1.810 dan Ciputra Properti (CTRP) naik Rp 35 menjadi Rp 430.

Bursa saham Asia pada sesi siang ini bergerak bervariasi seperti Hang Seng turun 0,72%, KOSPI naik 0,17%, Nikkei naik 0,98%, Shanghai naik 0,4%, STI Singapura turun 1,42% dan Taiwan turun 2,03%.    
(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads