"Perseroan menganggarkan capex 2009 kurang lebih Rp1 triliun," ujar Direktur SMART Jimmy Pramono usai paparan publik di Plasa BII, Jakarta, Senin (8/6/2009).
Dana capex akan dipergunakan sebagian untuk ekspansi lahan perkebunan kelapa sawit baru seluas tiga ribu hektare (ha) di Kalimantan. Dana yang dibutuhkan diperkirakan sebesar Rp 130 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SMART juga berencana membangun satu pabrik penyulingan (refinery) di Marunda, Jakarta dengan kapasitas 240 ribu ton per tahun dengan investasi sebesar Rp 400 miliar.
"Pendanaan capex sepenuhnya diambil dari saldo laba ditahan," katanya.
Dengan adanya ekspansi tersebut, perseroan menargetkan peningkatan produksi sebesar 10% dari tahun 2008. Tetapi, karena terjadinya penurunan harga CPO, revenue-nya akan mengalami penurunan sebanyak 40-50% dari 2008 lalu yang sebesar Rp 16,094 triliun.
"Revenue kita tidak kan mencapai sebesar di 2008, paling hanya 40-50% dari 2008. Tapi karena harga CPO cenderung turun di pasar internasional, maka laba kotor serta EBITDA akan turun juga jika dibandingkan dengan 2008," paparnya.
(dro/ir)











































