"Pada dasarnya kami tertarik dengan akuisisi ELSA, asalkan sesuai dengan parameter," ujar Komisaris Pertamina Gita Wirjawan di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (8/6/2009).
Sayangnya, Gita enggan membeberkan secara detil parameter apa saja yang dipertimbangkan dewan komisaris dan diberikan ke jajaran direksi Pertamina. "Ada lah beberapa pertimbangan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa bilang? Intinya ada beberapa pertimbangan" tanya Gita.
Rencana akuisisi Pertamina terhadap saham ELSA milik Tridaya Esta memang menjadi isu panas belakangan ini. Beberapa asumsi malah mengkait-kaitkannya dengan salah satu kandidat pilpres.
Kebenarannya masih menjadi tanda tanya. Namun yang jelas, tingginya harga akuisisi yang ditawarkan Pertamina mengundang berbagai spekulasi.
Wajar saja, ketika melepas saham ELSA pada IPO Februari 2008, Pertamina memasang harga jual sebesar Rp 400 per saham. Kini, Pertamina dikabarkan memasang harga penawaran beli di harga Rp 451 hingga Rp 455 per saham.
Agak berbeda dengan penawar lainnya, duet Saratoga-Northstar menawar di harga pasti Rp 450 per saham dan Ciptadana di harga pasti Rp 315 per saham. Pertamina dikabarkan memasang harga yang fleksibel dalam rencana akuisisi ini.
Namun yang jelas, Menneg BUMN Sofyan Djalil sudah mewanti-wanti Pertamina agar tidak terlalu memaksakan diri mengakuisisi ELSA, jika harga yang ditawarkan terlalu tinggi.
Kabarnya, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas memberikan penilaian harga yang wajar atas saham ELSA di kisaran Rp 293-300 per saham.
(dro/ir)











































