Pada perdagangan Rabu (10/6/2009) pukul 07.30 WIB, rupiah berada di level 10.006 per dolar AS, menguat dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.029 per dolar AS.
Sementara dolar AS di pasar global kembali mendapatkan tekanan. Dolar AS kembali merosot di bawah level 1,400 atas euro akibat kekhawatiran tentang kemungkinan kenaikan suku bunga di tengah perekonomian yang belum membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spekulasi seputar potensi kenaikan suku bunga sudah mencuat sejak pekan lalu. Kenaikan imbal hasil atau yield surat utang juga menambah tekanan pada dolar AS. Seperti dikutip dari AFP, Goldman Sachs pada Selasa memberikan nasihat kepada kliennya untuk membeli euro dibandingkan dolar AS seiring risk aversion yang mulai mereda dan harga komoditas yang rebound.
Bank Danamon dalam catatan risetnya menjelaskan, pada Maret 2009 Rupiah pernah mencapai level terlemah 12.100 terhadap Dolar AS, kemudian hanya dalam waktu sekitar 2 bulan, Rupiah menguat tajam menjadi 10.453 per tanggal 8 Mei 09.
Trend penguatan Rupiah ini terus berlangsung setelah diumumkan datadata makro penting seperti: PDB dan neraca pembayaran Indonesia triwulan I-09 yang lebih baik daripada ekspektasi pasar.
Minggu pertama Juni 09, Rupiah sempat menyentuh level terkuat 9.930, namun melemah lagi ke level 10.075 pada tanggal 9 Juni 2009.
Meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia dapat dilihat dari tiga indikator yaitu:
- Trend credit default swap (CDS) spread terus membaik, turun sebesar 125bps dari bulan lalu menjadi 296bps per 5 Juni 2009.
- Harga saham di BEI terus bergerak naik sejak tiga bulan yang lalu. Kapitalisasi pasar terus meningkat, yang disertai dengan posisi transaksi bersih investor asing, walaupun transaksi bersih investor asing masih berfluktuatif.
- Relatif stabilnya kepemilikan asing terhadap surat berharga negara (SBN) sebesar Rp. 89,04 triliun per 2 Juni 09 dari Rp. 88,90 triliun pada akhir Mei lalu.
Kondisi ini juga tercermin dari revisi prediksi lembaga internasional terhadap perekonomian Indonesia. Minggu yang lalu, IMF telah merevisi proyeksi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih baik daripada prediksi sebelumnya, yaitu dari 2,5% menjadi 3-4% tahun 2009.
(qom/qom)











































