Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Pasar Uang Farial Anwar ketika dihubungi oleh detikFinance di Jakarta, Rabu (10/6/2009).
"Pasar keuangan di Indonesia dinilai sangat menarik bagi investor asing khususnya para spekulator, dan ini menyebabkan arus capital inflow yang besar dan menguatkan rupiah. Jadi level Rp 9.700/US$ saya kira bisa tercapai dalam waktu dekat," tuturnya.
Menurut Farial, penguatan rupiah bisa terus terjadi karena investor di pasar modal dan pasar uang tidak melakukan profit taking secara besar-besaran. Hal ini karena Indonesia masih menarik bagi mereka untuk memutar dananya.
"Dengan derasnya uang masuk, saya kira IHSG juga bisa menembus level 2.200. Karena pemainnya saat ini banyak, dan pasar finansial kita masih jadi tujuan asing," jelasnya.
Meskipun begitu, Farial mengimbau agar pergerakan rupiah ini diwaspadai oleh investor, karena dana asing yang masuk adalah berupa hot money yang bisa keluar setiap saat."Jadi penguatan ini saya kira tidak fundamental, lebih karena Indonesia masih menarik untuk uang panas, harus diwaspadai," imbuhnya.
Ia menambahkan, saat ini sebagian besar arus dana asing masuk di saham, SUN, dan SBI."Pasar saham kita masih mudah digoreng-goreng, selain itu suku bunga kita masih lebih tinggi dibandingkan negara lain. Jadi ini sangat menarik untuk spekulasi," pungkasnya. (dnl/lih)











































