UNSP Anggarkan Capex Rp 250 Miliar

UNSP Anggarkan Capex Rp 250 Miliar

- detikFinance
Rabu, 10 Jun 2009 16:12 WIB
UNSP Anggarkan Capex Rp 250 Miliar
Jakarta - PT Bakrie Sumatera Plantatios (UNSP) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 250 miliar di tahun 2009. Dananya akan digunakan untuk pembangunan pabrik kelapa sawit, penanaman kembali lahan dan perawatan.

"Capex tahun ini sekitar Rp 250 miliar," Direktur Utama UNSP Ambono Januarianto usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Nikko Jakarta, Rabu (10/6/2009).

Ambono mengatakan, pendanaannya akan diambil dari kas internal perseroan. Lebih lanjut, Ambono menjelaskan anggaran tersebut untuk pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit dengan nilai investasi US$ 3,5 juta , penanaman kembali Rp 30 juta per hektar, dan sisanya untuk perawatan.

"Untuk pabrik, kita akan mulai akhir tahun ini. Kalau pembangunannya sendiri selesai dalam 20 bulan, ya kira-kira 2011," ujarnya.

Pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut akan dibangun di kebun kelapa sawit yang dimiliki perseroan di daerah Kalimantan Tengah. "Kapasitasnya sekitar 30 ton," ujarnya.

Sedangkan untuk awal pendanaannya, perseroan telah menyiapkan sebesar 20% dari total nilai investasi. "Kita ambil dari internal, nanti sisanya (80%) pendanaannya kita lihat dari kegiatan investasi kita," ujarnya.

Sementara untuk penanaman kembali akan dilakukan pada lahan yang terletak di Pasaman Sumatera Barat dan Kisaran Sumatera Selatan. "Luasnya sekitar 2.500-2.700 hektar dengan dana Rp 30 juta per hektar," ujarnya.

Perseroan masih memiliki dana dari laba bersih 2008 yang dibukukan sebagai laba ditahan sebesar Rp 138,9 miliar atau 80% dari laba. "Kita akan gunakan untuk operasional perusahaan," imbuhnya.

Sementara untuk proyeksi pendapatan dan laba tahun ini, Ambono enggan memaparkannya secara detil.

"Semuanya tergantung dari harga CPO dan kurs, kalau harganya US$ 600-650 per ton dan kurs Rp 10 ribu maka ada pertumbuhan, kalau sebaliknya ya," ujarnya.

Untuk volume produksi, perseroan mentargetkan tumbuh 15-20% dibanding tahun lalu. Adapun volume produksi tahun 2007 mencapai 270 ribu ton.

Pemegang saham juga baru saja menyetujui agenda pembagian dividen 2008 sebesar Rp 9 per saham atau sekitar Rp 34,6 miliar (20%) dari laba bersih perseroan tahun lalu sebesar Rp 173 miliar.

(dro/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads