Minyak Terus Melaju ke US$ 71, Wall Street Melemah

Minyak Terus Melaju ke US$ 71, Wall Street Melemah

- detikFinance
Kamis, 11 Jun 2009 06:48 WIB
Minyak Terus Melaju ke US$ 71, Wall Street Melemah
New York - Harga minyak terus melaju menembus level US$ 71 per barel, ke titik tertingginya dalam 8 bulan. Sementara saham-saham di Wall Street bergerak melemah oleh sentimen kenaikan suku bunga.

Investor khawatir adanya kenaikan suku bunga akan mengganggu upaya pemulihan ekonomi. Namun pelemahan saham-saham sedikit tertahan pada sesi-sesi akhir.

Saham-saham di Wall Street mengalami tekanan yang besar setelah imbal hasil surat berharga atau US Treasury berjangka 10 tahun melonjak tajam ke 3,99% sebelum akhirnya bisa surut ke 3,939%. Namun yield tersebut tetal lebih tinggi dari sebelumnya di level 3,858%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor khawatir yield lebih tinggi yang menjadi patokan beberapa suku bunga dapat menghancurkan upaya pemulihan ekonomi. Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga seperti sektor perumahan dan finansial mendapat tekanan paling besar.

"Kenaikan suku bunga merupakan angin yang berlawanan untuk pasar," ujar Todd Salamone, vice president Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/6/2009).

Pada perdagangan Rabu (10/6/2009), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 24,04 poin (0,27%) ke level 8.739,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3,28 poin (0,35%) ke level 939,15 dan Nasdaq melemah 7,05 poin (0,38%) ke level 1.853,08.

Perdagangan sangat tipis, di New York Stock Exchange hanya sebesar 1,22 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,35 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebesar 2,28 miliar.

Sementara harga minyak mentah dunia kemarin kembali melonjak akibat merosotnya cadangan minyak mentah, melemahnya dolar dan harapan pemulihan ekonomi yang diperkirakan bisa mengembalikan tingkat permintaan.

Pada perdagangan kemarin, kontrak utama minyak light pengiriman Juli sempat melonjak hingga US$ 71,79 per barel yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2008. Kontrak ini akhirnya ditutup naik 1,32 dolar ke level US$ 71,33 per barel.

Minyak Brent juga naik 1,18 dolar ke level US$ 70,80 per barel setelah sempat menyentuh US$ 71,20 per barel.

Energy Information Administration ebelumnya menaytakan bahwa cadangan minyak mentah AS anjlok hingga 4,4 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 5 Juni. Angka ini jauh lebih besar dari ekspektasi penurunan cadangan sebanyak 700.000 barel.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads