IHSG Siap Dijegal Profit Taking

IHSG Siap Dijegal Profit Taking

- detikFinance
Kamis, 11 Jun 2009 07:26 WIB
IHSG Siap Dijegal Profit Taking
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menerus melaju ke titik tertingginya sejak September 2008 hingga perdagangan kemarin. Posisi saham-saham unggulan yang sudah jenuh beli membuka peluang untuk profit taking.

Aksi profit taking sebenarnya sudah terlihat sejak perdagangan kemarin. Namun kuatnya aksi beli membuat IHSG mampu mempertahankan momentum di level 2.100.

Namun pada perdagangan Kamis (11/6/2009), laju penguatan IHSG mulai tertahan-tahan lagi oleh profit taking meski arus modal terutama dari investor asing masih sangat besar di tengah harapan pemulihan ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sektor komoditas masih akan menjadi motor utama penggerak bursa setelah harga minyak mentah dunia melonjak menembus US$ 71 per barel. Pergerakan bursa-bursa global yang flat juga akan memberikan sentimen pada pergerakan IHSG.

Pada perdagangan Rabu (10/6/2009), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 24,04 poin (0,27%) ke level 8.739,02. Pergerakan Dow Jones yang sangat tipis itu langsung diikuti oleh indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo. Di awal perdagangan hari ini, indeks Nikkei-225 dibuka hanya menguat tipis 1,49 poin (0,01%) ke level 9.992,98.

Namun penguatan indeks Nikkei-225 terus terjadi dan 30 menit setelah perdagangan, indeks Nikkei-225 akhirnya menembus level 10.000 untuk pertama kalonya sejak Oktober 2008. Indeks Nikkei-225 tercatat naik 17,61 poin ke level 10.009,10 dalam 30 menit awal perdagangan.

Berikut rekomendasi saham hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG menembus level 2.100  setelah bergerak menguat +0,74% dan ditutup pada 2.108,814. Menguatnya IHSG sehubungan dengan sentimen positif dari harga komoditas dan kondisi perekonomian regional yang cenderung menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi.

Harga minyak mentah terus menguat menuju level $71/barel. China kemarin mengumumkan data consumer price index yang turun lebih rendah dibandingkan ekspektasi. Berbagai data ekonomi dalam beberapa waktu terakhir tampaknya menunjukkan tanda perbaikan kondisi perekonomian global. Atas dasar inilah, investor asing mulai kembali ke pasar modal termasuk emerging market seperti Indonesia.

Hari ini kami perkirakan indeks akan berada pada kisaran 2.089-2.118. Menyusul sudah
masuknya saham unggulan ke area overbought (price-in), kami rekomendasikan trading pada saham second and third liner. 

Optima Securities:

Sektor properti dan pertambangan menjadi pendorong rally IHSG sebesar 15 poin ke posisi psikologis baru 2.108. Saham lapis dua dan tiga cukup aktif ditransaksikan menandakan investor retail antusias. Kenaikan harga minyak dan komoditas masih menjadi katalis utama bagi bursa.

Selanjutnya indeks akan bergerak ke dikisaran 2.090-2.140 dengan pilihan saham: BBNI, BUMI, UNSP, INCO, dan INTP. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads