Sempat menghijau di awal-awal perdagangan, IHSG pada sesi selanjutnya terus mengalami tekanan. Investor melepas saham-saham unggulan yang sudah berada di posisi jenuh beli sehingga mengakibatkan IHSG terus mengalami tekanan.
Pada perdagangan Kamis (11/6/2009), IHSG akhirnya ditutup melemah 19,229 poin (0,91%) ke level 2.089,585. Indeks LQ 45 turun 5,282 poin (1,28%) ke level 406,303.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan IHSG ini sejalan dengan pergerakan bursa-bursa regional yang cukup variatif. Indeks Nikkei-225 akhirnya ditutup melemah 10,16 poin (0,1%) ke level 9.981,33, setelah sebelumnya sempat menembus level 10.022,33 yang merupakan level tertinggi sejak 8 Oktober. Indeks Hang Seng naik tipis 5,37 poin ke level 18.791,03, KOSPI naik tipis 4,51 poin ke level 1.419,39.
Saham-saham yang mencatat penurunan harga antara lain Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.225, Indika Energi (INDY) turun Rp 50 menjadi Rp 2825, Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 7550, Mitra Rajasa (MIRA) turun Rp 30 menjadi Rp 680, BRI (BBRI) turun Rp 150 menjadi Rp 6350, Timah (TINS) turun Rp 100 menjadi Rp 2325, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 2325.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Truba Alam (TRUB) naik Rp 18 menjadi Rp 205, Bakrie Telecom (BTEL) naik Rp 12 menjadi Rp 153, Global Mediacom (BMTR) naik Rp 15 menjadi Rp 270, Elnusa (ELSA) naik Rp 15 menjadi Rp 405.
(qom/lih)











































