Pada perdagangan Kamis (11/6/2009), rupiah ditutup di level 10.051 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.030 per dolar AS.
Sementara dolar AS yang sebelumnya sempat membaik, kembali melemah di pasar regional. Mata uang tunggal euro kembali menguat tajam ke posisi 1,4053 dolar, dibandingkan sebelumnya di posisi 1,3978 dolar. Sementara dolar AS juga melemah atas yen ke posisi 97,82 yen, dari sebelumnya di 98,12 yen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dolar AS selama ini dianggap sebagai tempat berlindung terbaik di tengah krisis global. Namun tanda-tanda membaiknya perekonomian global membuat investor untuk sementara meninggalkan dolar AS dan berburu mata uang yang lebih berisiko namun imbal hasilnya tinggi.
Investor juga melepas dolar AS setelah Ming Pao Daily melaporkan bahwa produksi industri China melambung hingga 8,9% pada Mei, melebihi ekspektasi investor.
Dolar AS juga tertekan oleh kabar dari pejabat Bank Sentral Rusia yang menyatakan pihaknya akan mengalihkan sebagian asetnya di US Treasuri ke obligasi IMF dan simpanan komersial bank.
(qom/lih)











































