Direksi Indosat Dirampingkan Karena Terlalu 'Gemuk'

Direksi Indosat Dirampingkan Karena Terlalu 'Gemuk'

- detikFinance
Jumat, 12 Jun 2009 07:19 WIB
Direksi Indosat Dirampingkan Karena Terlalu Gemuk
Jakarta - RUPS PT Indosat Tbk (ISAT) memutuskan untuk merombak jajaran direksi. Jumlah jajaran direksi yang semula 9 orang dirampingkan menjadi hanya 5 orang. Hal itu dilakukan karena struktur direksi 9 orang dinilai terlalu 'gemuk'.

"Terlalu gemuk," ujar Menneg BUMN Sofyan Djalil soal jajaran direksi lama, ketika ditemui di kantornya, JalanMedan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (11/6/2009) malam.

Dalam penentuan jajaran direksi baru, Qatar Telecom (Qtel) yang kini menguasai 65% saham Indosat tetap berkonsultasi dengan pemerintah yang hanya menguasai sekitar 15% saham Indosat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka konsultasi sama kita terlebih dahulu, dia lihat track recordnya," tegas Sofyan.

Terkait jajaran direksi yang banyak dikuasai orang asing, pemerintah tetap berharap nantinya bisa diisi lagi oleh orang-orang Indonesia. Pihak Qtel pun sudah menjanjikannya.

"Tapi nanti pihak Qatar mengatakan mereka ingin seluruh direksi orang Indonesia. Karena Ini hanya masa transisi saja. Tapi prinsipnya sebanyak mungkin orang Indonesia," kata Sofyan.

"Mungkin dalam RUPS yang akan datang, mudah-mudahan akan didapat semua orang Indonesia," tambahnya.

Dalam RUPS kemarin, disetujui berbagai agenda antara lain:
  1. Laporan Tahunan dan  Laporan Keuangan Indosat terbaru (tahun buku 2008)
  2. Alokasi laba bersih 2008, termasuk 1% (Rp18,78 milyar) untuk pencadangan  dan dividen sebesar Rp172,85 per saham yang akan dibayarkan penuh tanggal 22 Juli 2009.  Sisanya akan dialokasikan untuk re-investasi dan modal kerja.  
  3. Remunerasi total Rp 28.487.500.00 untuk kesepuluh anggota Dewan Komisaris.
  4. Penunjukkan Purwantono, Sarwoko & Sandjaja, anggota Ernst & Young Global sebagai Auditor Independen Perseroan untuk tahun buku 2009
  5. Perubahan susunan Dewan Komisaris serta susunan dan struktur  Dewan Direksi.

Sebagai hasil keputusan RUPST, susunan akhir Dewan Komisaris Indosat  adalah sebagai berikut:
  • Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al Thani (Komisaris Utama)
  • Dr Nasser Marafih, Komisaris
  • Richard F. Seney, Komisaris
  • Rachmat Gobel, Komisaris
  • Rionald Silaban, Komisaris
  • Jarman, Komisaris
  • Soeprapto, Komisaris Independen
  • Setyanto P. Santosa, Komisaris Independen
  • Michael Latimer, Komisaris Independen
  • George Thia Peng Heok, Komisaris Independen

Sementara jajaran direksi baru adalah:
  • Harry Sasongko Tirtotjondro, Direktur Utama per Agustus 2009
  • Peter Kuncewicz, Direktur per September 2009
  • Steve Hobbs, Direktur
  • Fadzri Sentosa, Direktur
  • Kaizad Bomi Herjee, Direktur.

Tiga nama baru juga ditunjuk menduduki posisi di Dewan Direksi, yaitu Harry Sasongko Tirtotjondro, Peter Kuncewicz dan Steve Hobbs.

Harry Sasongko merupakan CEO GE Money Indonesia, yang juga seorang veteran di bidang pemasaran dan perbankan konsumen. Harry memulai karir di dunia keuangan bersama Panin Bank dan kemudian ditunjuk menduduki jabatan-jabatan  senior di Citibank, Bank Tiara Asia dan Lippo Group.

Kuncewicz bergabung dengan Indosat dari Telenor Pakistan, dimana dia menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) sejak 2006. Ia memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman di bindang keuangan di berbagai pasar internasional, 10 diantaranya di sektor telekomunikasi.  Sebelumnya, Kuncewicz menjabat CFO Star Foods SA (1998-2006) dan Direktur Keuangan di  United Biscuits Poland (1996-1997). Ia juga anggota United Kingdom Chartered Institute of Management Accountants.

Sementara Hobbs memiliki pengalaman manajemen internasional lebih dari tiga dekade di industri telekomunikasi dan teknologi Eropa dan Asia.  Lebih dari 20 tahun dia abdikan bersama Cable & Wireless (C&W) menempati berbagai posisi, termasuk Chief Engineer C&W Mobile, CTO Asia, CTO Global Mobile, dan akhirnya Wakil Presiden Mobile dan  ASP services (C&W Global) sebelum akhirnya pergi pada 2001 untuk mendirikan praktek konsultan independent. 

Selama masa transisi ini, Johnny Swandi Sjam akan tetap menjabat sebagai Direktur Utama interim Indosat sampai Agustus 2009.  Harry Sasongko akan kemudian menggantikan Johnny Swandi Sjam sebagai Direktur Utama pada tanggal yang sama.


(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads