IHSG Dapat Suntikan Semangat

IHSG Dapat Suntikan Semangat

- detikFinance
Jumat, 12 Jun 2009 07:37 WIB
IHSG Dapat Suntikan Semangat
Jakarta - Melonjaknya kembali harga minyak mentah dunia hingga sempat menembus US$ 73 per barel masih akan menjadi suntikan semangat untuk saham-saham komoditas. IHSG masih akan dimotori oleh saham komoditas.

Pada perdagangan kemarin, IHSG didera profit taking yang cukup deras setelah penguatan IHSG yang cukup tajam. Arah pergerakan IHSG cukup berirama dengan bursa-bursa regional yang mixed. Sentimen positif dari kenaikan outlook peringkat utang Indonesia oleh Moody's tak mampu mengangkat IHSG.

Pada perdagangan Jumat (12/6/2009), IHSG diprediksi masih akan didera profit taking meski peluang penguatan terbuka lebar berkat naiknya harga minyak mentah dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penguatan Wall Street dan juga bursa-bursa regional akan menjadi penopang penguatan IHSG. Pada perdagangan Kamis (11/6/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 31,90 poin (0,37%) ke level 8.770,92.

Indeks Nikkei-225 pun langsung menembus lagi level 10.000 mengikuti penguatan Wall Street. Pada awal perdagangan Jumat, indeks Nikkei-225 dibuka langsung naik 95,77 poin (0,95%) ke level 10.077,10.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:


IHSG kemarin turun -0,91% ditutup pada 2.089,585 menyusul profit taking yang dilakukan investor terhadap saham bluechips. Dibandingkan indeks Nikkei, Dow Jones, maupun Strait Times pergerakan IHSG dalam 3 bulan terakhir memang jauh lebih tinggi.

Profit taking dilakukan investor mempertimbangkan harga saham unggulan yang menopang kenaikan indeks selama ini sudah cukup tinggi dan mendekati level pra-krisis. Sebagai contoh ASII dalam 3 bulan terakhir tercatat menguat +118%, BBRI +75%, dan BBCA +70%.

Sementara untuk hari ini pergerakan indeks akan ditopang oleh pergerakan harga komoditas seperti crude oil, coal, dan CPO. Selain itu, beberapa data makroekonomi AS seperti angka pengangguran dan penjualan ritel akan menjadi perhatian investor global. Secara teknikal kisaran support-resistance indeks pada 2.065-2.101.

Optima Securities:

Indeks mengalami koreksi yang sehat sebesar 19 poin ke posisi 2.089 dipicu oleh profit taking saham ASII dan TLKM. Profit taking terjadi mengingat indeks telah fully overbought cukup lama. Adanya koreksi tersebut membuat investor switching ke saham lapis dua dan tiga mengingat harganya belum naik terlalu tinggi sehingga memberikan reward yang menarik.

Arah pergerakan IHSG masih bergantung pada sentimen harga minyak, rupiah dan bursa regional dengan kisaran 2.070-2.110 dengan pilihan saham: ELSA, ISAT, AALI, TRUB, dan ENRG.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads