Indonesia dipandang sebagai salah satu negara yang cukup menarik di tengah proyeksi perekonomian yang tetap kuat. Lembaga pemeringkat Moody's investor service bahkan menaikkan outlook Indonesia dari stabil ke positif di saat negara-negara lain mengalami penurunan peringkat.
Sentimen-sentimen positif tersebut membuat nilai tukar rupiah semakin membaik posisinya. Pada perdagangan Jumat (12/6/2009), rupiah kembali dibuka menguat ke level 9.998 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 10.051 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data-data itu hadir di atas sejumlah rilis perekonomian terkini yang memicu spekulasi bahwa yang terburuk dari perekonomian sudah berakhir. US treasury dan dolar AS yang sebelumnya diburu selama resesi, kini mulai dijual karena investor mulai mencari tempat yang lebih berisiko," ujar Andy Douglass dari PNC Bank, seperti dikutip dari AFP.
Euro yang dianggap sebagai mata uang yang lebih berisiko kemarin menguat lagi ke level 1,4106 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,3978 dolar. Dolar AS juga melemah atas yen ke posisi 97,60 yen dari sebelumnya di posisi 98,12 yen.
(qom/qom)











































