Pada perdagangan Jumat (12/6/2009), rupiah ditutup di level 10.037 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.051 per dolar AS. Rupiah sempat menembus 9.993 per dolar AS.
Sementara dolar AS berhasil menahan laju pelemahannya lebih lanjut pada perdagangan akhir pekan ini, karena investor melakukan profit taking menjelang pertemuan negara-negara maju G8.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Keuangan G8 akan melakukan pertemuan di Italia akhir pekan ini. Para investor mengharapkan ada hasil nyata dari pertemua tersebut terutama terkait dengan kondisi pasar finansial yang mulai stabil.Β Pertemuan G8 ini menjadi penting setelah sebelumnya Rusia mengumumkan rencana untuk mengalihkan sebagian investasinya di US Treasury ke obligasi IMF dan simpanan komersial bank. Jika itu terjadi, maka dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas dolar AS.
"Jika sesuatu terjadi akibat spekulasi bahwa US treasury akan mengalami tekanan jual dari beberapa negara, maka hal itu akan berdampak pada pasar valas. Saya yakin hal seperti itu tidak akan terjadi, namun Rusia adalah bagian dari G8, jadi kita harus hati-hati," ujar Hideaki Inoue, manajer forev Mitsubishi UFJ Trust seperti dikutip dari AFP.
(qom/lih)











































