Demikian disampaikan Direktur Keuangan Telkom Sudiro Hasno usai RUPS Telkom yang berlangsung di kantor pusatnya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (12/6/2009).
"MoU akan ditandatangani minggu depan, dananya akan digunakan untuk membiayai capex Telkom 2009 yang sebesar Rp 7 triliun," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi secara grup kita akan dapat pinjaman sebesar Rp 8-9 triliun. Semuanya untuk capex tahun ini yang sebesar Rp 21 triliun," tambahnya.
Telkom juga berniat menerbitkan menerbitkan obligasi senilai Rp 1-3 triliun paling cepat akhir tahun 2009. Dananya akan digunakan untuk capex.
"Masih kita jajaki tapi kita akan terbitkan obligasi Rp 1-3 triliun dalam rupiah. Mungkin akhir tahun 2009 atau awal 2010," ujarnya Direktur Keuangan Telkom.
Sudiro mengatakan, perseroan belum melakukan beauty contest untuk menunjuk penjamin emisi obligasi. Namun ia memastikan pinerbitan obligi ituakan dilakukan perseroan paling lambat akhri 2009.
Selain itu, Telkomsel juga berencana menerbitkan obligasi campuran antara dolar dan rupiah di tahun 2010. Dananya untuk capex Telkomsel 2010 yang diperkirakan mencapai Rp 14 triliun. Namun Hasno belum bisa menyebutkan nilai obligasi yang akan diterbitkan Telkomsel.
(qom/qom)











































