Pada perdagangan Jumat (12/6/2009), IHSG ditutup menguat tipis 1,358 poin (0,06%) ke level 2.090,943, setelah seharian penuh ditekan ke teritori negatif. IHSG sepanjang pekan lalu digerakkan oleh saham-saham komoditas seiring melonjaknya harga minyak mentah dunia hingga level US$ 73 per barel.
Sentimen positif untuk perdagangan Senin (13/6/2009) awal pekan ini adalah penguatan Wall Street di akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun minusnya sentimen baru di pasar membuat pergerakan IHSG bakal tipis-tipis saja. Investor masih akan fokus pada pergerakan harga minyak dan posisi dolar AS untuk menentukan gerak saham-saham komoditas.
Sementara indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo yang pada pekan lalu sangat perkasa hingga menembus level 10.000 akhirnya terkoreksi. Indeks Nikkei-225 membuka pekan ini dengan pelemahan tipis 19,11 poin (0,19%) ke level 10.116,71.
Para analis memperkirakan indeks Nikkei-225 akan bergerak tipis meski potensi penguatan masih ada. Kenaikan tipis indeks Nikkei-225 akan terjadi di tengah tidak adanya berita kuat di pasar.
Berikut rekomendasi saham hari ini:
Optima Securities:
Indeks bertahan ditengah derasnya aksi profit taking dari investor asing di sektor perkebunan dan keuangan. Sektor konsumen dan properti menjadi penopang penurunan sehingga menguat 1 poin ke posisi 2.090.
Selanjutnya bursa dunia akan melihat hasil pertemuan G-8 yang juga ikut menentukan arah IHSG. Pergerakan indeks masih sideways di level 2.070-2.110 dengan pilihan saham: MPPA, DEWA, INTP, HEXA, dan BYAN.
(qom/qom)










































