Pada perdagangan Senin (15/6/2009), rupiah ditutup melemah ke level 10.130 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 10.037 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi setelah pekan lalu menguat tajam menembus 9.970 per dolar AS.
Sementara euro tercatat melemah atas dolar AS di perdagangan Asia oleh munculnya kekhawatiran baru seputar prospek perekonomian Eropa. Mata uang tunggal euro melemah ke 1,3921 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4021 dolar. Euro juga melemah atas yen ke posisi 137,08 yen, dibandingkan sebelumnya di level 137,89 yen. Sementara dolar AS bertahan di level 98,42 yen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Krisis likuiditas meningkat dan mengancam ketahanan perusahaan-perusahaan sebagaimana pembiayaan untuk order baru. Ini menjadi berbahaya untuk kemungkinan pemulihan," ujar Hans Heinrich Driftmann, Ketua Kamar Dagang Jerman seperti dikutip dari AFP.
Komentar itu keluar menjelang keluarnya survei sentimen bisnis ZEW yang sedang ditunggu-tunggu oleh investor. Indeks itu akan menjadi petunjuk atas perekonomian Eropa secara keseluruhan mengingat Jerman merupakan motor perekonomian Eropa.
Dolar AS tercatat juga menguat atas mayoritas mata uang Asia seperti dolar Taiwan, peso Filipina. Namun dolar AS stabil atas won Korsel, baht Thailand dan dolar Singapura.
(qom/qom)











































