Rupiah Kembali Dalam Tekanan

Rupiah Kembali Dalam Tekanan

- detikFinance
Selasa, 16 Jun 2009 07:47 WIB
Rupiah Kembali Dalam Tekanan
Jakarta - Gerak rupiah terhadap dolar AS kembali mendapatkan tekanan oleh profit taking setelah penguatan rupiah yang cukup besar pada pekan lalu.

Pada perdagangan Selasa (16/6/2009) pukul 07.30 WIB, rupiah dibuka melemah ke level 10.187 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.130 per dolar AS.

Aksi jual di pasar saham dan instrumen investasi lain memicu pelemahan rupiah pada perdagangan kemarin. Ditambah pula sentimen penguatan dolar AS di pasar regional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dolar AS pada perdagangan New York kemarin mencatat penguatan yang tajam atas euro. Dolar AS menguat ke titik tertingginya sejak Maret menyusul kekhawatiran akan upaya pemulihan ekonomi zona Eropa.

Kemarin euro melemah hingga 1,3793 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4021 dolar. Namun dolar AS melemah tipis atas yen ke posisi 97,83 yen, dari sebelumnya di posisi 98,40 yen.

"Tema utama pasar valas hari ini adalah pemulihan dolar AS karena mata uang itu mencatat rally terkiatnya atas euro sejak Maret," ujar Kathy Lien, direktur Global Forex Trading seperti dikutip dari AFP.

Menurutnya, dolar telah mengalami jenuh beli yang sangat dalam dan kini diharapkan menuju ke pembalikan yang serius.

Pernyataan Menteri Keuangan Rusia, Alexei Kudrin juga turut mendorong dolar AS setelah ia menyatakan bahwa dolar AS masih akan memainkan peran penting bagi dunia dan kemungkinan tidak akan berubah dalam waktu dekat.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads