"Itu bukan tambang Bukit Asam, tapi memang lokasinya berdekatan dengan lokasi tambang kami. Itu tradisional miners, tepatnya di kabupaten Sawah Lunto. Ini tidak mempengaruhi aktivitas tambang kami," ujar Corporate Secretary, PTBA Eko Budhiwijayanto saat dihubungi detikFinance , Selasa (16/6/2009).
Bencana longsor baru saja terjadi di lokasi penambangan tradisional di kawasan Sawah Lunto. Sebelumnya sempat beredar kabar kalau bencana terjadi pada lokasi tambang milik PTBA.
Simpang siur kabar juga menyebutkan bahwa terdapat sekitar 30 staf PTBA yang terjebak akibat bencana longsor tersebut. Namun hal ini dibantah oleh manajemen PTBA.
"Memang terjadi simpang siur soal adanya staf yang terjebak. Ada yang mengatakan 30 staf kami terjebak disana. Itu tidak benar. Staf kami tidak terjebak dalam peristiwa longsor tersebut. Tapi memang kabarnya ada 30 staf penambang lokal yang terjebak disana," ujar Eko.
Eko mengatakan perseroan saat ini sedang menelusuri kabar tersebut. Dalam waktu dekat perseroan akan mengumumkan kondisi terkini terkait bencana longsor tersebut.
"Sampai saat ini kami masih melakukan penelusuran kabar tersebut. Segera kami umumkan," ujar Eko. (dro/qom)











































