Rupiah Tertunduk Lesu

Rupiah Tertunduk Lesu

- detikFinance
Selasa, 16 Jun 2009 17:13 WIB
Rupiah Tertunduk Lesu
Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali terlontar sejalan dengan derasnya aksi jual di pasar saham. Investor masih melanjutkan profit taking di tengah kondisi pasar finansial global yang sedang 'batuk-batuk'.

Pada perdagangan Selasa (16/6/2009), rupiah berakhir di level 10.175 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.130 per dolar AS.

Gerak dolar AS cukup bervariasi atas mata uang regional. Yen tercatat menguat tajam atas dolar AS dan euro karena investor kembali ke tempat lindung paling aman yakni yen. Dolar AS tercatat menguat atas peso Filipina, namun melemah atas won Korsel, baht Thailand dan dolar Singapura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pasar Tokyo, dolar AS melemah ke level 96,28 yen, dibandingkan sebelumnya di level 97,83 yen. Euro juga melemah atas yen ke posisi 133,07 yen, dair sebelumnya di posisi 134,92. Sementara euro stabil di level 1,3825 dolar dai sebelumnya di posisi 1,3793 dolar.

Secara keseluruhan, sentimen di pasar uang sangat dipengaruhi oleh aksi jual di pasar saham. "Kecuali mood itu membaik, aksi jual mata uang yang lebih berisiko masih akan terus ada," ujar Masanobu Ishikawa, manajer forex Tokyo Forex and Ueda Harlow seperti dikutip dari AFP.

Pelemahan pasar saham lebih lanjut dapat memicu investor untuk kembali mengambil risiko, sehingga euro bisa melemah lagi ke level 130 yen dalam jangka pendek. Menurut para pialang, pelemahan saham-saham di bursa regional juga memicu para pelaku pasar seperti penasihat perdagangan komoditas dan para hedge fund AS untuk membeli mata uang yang lebih aman yakni yen, ketimbang dolar AS dan euro.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads