Pada perdagangan Selasa (16/6/2009), rupiah berakhir di level 10.175 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.130 per dolar AS.
Gerak dolar AS cukup bervariasi atas mata uang regional. Yen tercatat menguat tajam atas dolar AS dan euro karena investor kembali ke tempat lindung paling aman yakni yen. Dolar AS tercatat menguat atas peso Filipina, namun melemah atas won Korsel, baht Thailand dan dolar Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, sentimen di pasar uang sangat dipengaruhi oleh aksi jual di pasar saham. "Kecuali mood itu membaik, aksi jual mata uang yang lebih berisiko masih akan terus ada," ujar Masanobu Ishikawa, manajer forex Tokyo Forex and Ueda Harlow seperti dikutip dari AFP.
Pelemahan pasar saham lebih lanjut dapat memicu investor untuk kembali mengambil risiko, sehingga euro bisa melemah lagi ke level 130 yen dalam jangka pendek. Menurut para pialang, pelemahan saham-saham di bursa regional juga memicu para pelaku pasar seperti penasihat perdagangan komoditas dan para hedge fund AS untuk membeli mata uang yang lebih aman yakni yen, ketimbang dolar AS dan euro.
(qom/qom)











































