Investor kembali menanti bukti yang nyata dari perbaikan ekonomi untuk membangun lagi optimisme. Keyakinan investor sebenarnya sudah mulai muncul setelah keluarnya data perumahan. Namun data produksi industri yang turun sebesar 1,1% kembali menggerus optimisme investor.
"Data itu mengindikasikan bahwa pada titik minomum, pasar sedang mengambil nafas dan mungkin memulai koreksi yang berarti," ujar Hugh Johnson, chief investment office Johnson Illington Advisor seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekhawatirannya adalah bahwa kita berjalan terlalu jauh dan cepat dan kita telah menekan terlalu keras kekuatan dari pemulihan ekonomi dan pendapatan," ujar Johnson yang memperkirakan akan terjadi koreksi sekitar 10%.
Saham-saham manufaktur yang terkait dengan pemulihan ekonomi mengalami penurunan. Seperti 3M Co yang turun 1,5%.
Saham-saham energi juga melemah seiring turunnya harga minyak mentah dunia. Saham ExxonMobil turun 1,62%, Chevron turun 1,69%. Harga minyak mentah dunia kembali mengalami koreksi tipis. Kontrak utama minyak light pengiriman Juli turun 15 sen emnjadi US$ 70,47 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus stabil di US$ 70,24 per barel.
Perdagangan masih sangat tipis, di New York Stock Exchange hanya 1,18 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang hanya 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,26 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 2,28 miliar.
(qom/qom)











































