Sebelumnya, privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut terganjal masalah jumlah saham yang akan dilepas tidak boleh membuat saham pemerintah terdilusi.
Â
Pemerintah menguasai 51 persen saham di PP, sedangkan 49 persen sisanya dikuasai karyawan dan koperasi.
Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu, karyawan PP sudah setuju untuk menghibahkan sebagian sahamnya kepada pemerintah. Saham inilah yang nantinya akan dilepas ke publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
Namun pelaksanaan IPO tersebut masih harus mendapat persetujuan dari Ketua Komite Privatisasi yaitu Menko Perekonomian Sri Mulyani.
Â
"Kita kan sudah minta supaya izin privatisasi dibuka kembali," ungkapnya.
Â
Ia juga mengatakan, selain PP, yang siap untuk melakukan IPO tahun ini adalah PT Bank Tabungan Negara.
(ang/lih)











































