"Untuk pertambangan kita siap invest, ada dua yang sedang kita incar, tapi tentunya masih akan dibicarakan lebih lanjut," ujar Managing Director Bussiness Development Grup Rajawali, Darjoto Setyawan dalam keterangan pers di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (17/06/2009).Β
"Namun, kita sebagai pengusaha nasional tetap akan berinvestasi dan menggali terus apa yang ada di Indonesia guna membangun perekonomian di negara ini," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga tersebut setara dengan Rp 873 per lembar saham dengan premi sebesar 20 persen diatas harga penutupan Bentoel sebesar Rp 730 per lembar saham pada tanggal 15 Juni 2009. Penawaran tender atas saham publik yang tersisa akan diumumkan segera dan dapat diselesaikan pada akhir bulan Agustus 2009.
Semua saham tersebut dapat dibeli dalam proses penawaran tender, transaksi tersebut secara keseluruhan akan mencakup 100 persen saham Bentoel dengan perkiraan harga keseluruhan sebesar US$ 580 juta.
Khusus untuk jumlah saham yang dilepas oleh Rajawali sebanyak 3.834.660.182 atau sekitar 56,96 persen dengan harga Rp 873, jadi totalnya sekitar Rp 3,35 triliun
Direktur British American Tobacco untuk Asia Pasifik, John Daily mengatakan, transaksi ini merupakan kesempatan strategis yang sempurna untuk memasuki pasar kretek Indonesia.
"Indonesia merupakan pasar rokok terbesar nomor 5 di Indonesia dan akan menjadi landasan untuk pertumbuhan dimasa yang akan datang," ujarnya.
Grup Rajawali sebelumnya juga melepas 15,97% saham PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) kepada perusahaan telekomunikasi asal Uni Emirat Arab, Etisalat senilai Rp 4,1 triliun.
(dru/qom)











































