Pada perdagangan Kamis (18/6/2009) pukul 07.30 WIB, rupiah berada di level 10.215 per dolar AS, menguat dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.240 per dolar AS.
Investor akan melihat perkembangan dari pasar finansial regional hari ini. Kondisi pasar finansial yang sempat merosot sejak awal pekan membuat investor kembali berlari menuju dolar yang dianggap sebagai tempat berlindung paling aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan di New York kemarin, euro menguat ke level 1,3943 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,3838 dolar. Dolar AS juga melemah atas yen ke posisi 95,71 yen, dibandingkan sebelumnya di level 96,42 yen.
"Dolar sedikit defensif karena data inflasi," ujar Samarjit Shankar, analis dari Bank of New York Mellon seperti dikutip dari AFP.
Data indeks harga konsumen yang dirilis pemerintah AS menunjukkan kenaikan 0,1% dari April, atau lebih rendah dari ekspektasi analis 0,3%.Β Data inflasi yang cukup rendah itu memunculkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS lagi yang kini berada di titik terendahnya di kisaran 0-0,25%. (qom/qom)











































