Pelemahan IHSG ini terjadi beriringan dengan bursa-bursa regional. Indeks Hang Seng turun 356,52 poin (1,97%) ke level 17.728,08, indeks Nikkei-225 juga melemah 177,37 poin (1,80%) ke level 9,663.48.
Pada perdagangan Kamis (18/6/2009), IHSG ditutup melemah hingga 40,351 poin (1,99%) ke level 1.984,614. Indeks LQ 45 juga melemah 8,891 poin (2,27%) ke level 382,099. Nilai tukar rupiah kembali melorot ke 10.240 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi transaksi 51.537 kali pada volume 3,511 juta lembar saham senilai Rp 1,78 triliun. Sebanyak 27 saham naik, 156 saham turun dan 45 saham stagnan.
Merosotnya saham-saham komoditas kembali menjadi penentu pelemahan IHSG. Sementara saham PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) yang baru saja diakuisisi oleh BAT kembali naik Rp 10 menjadi Rp 820.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Bumi Resources (BUMI) turun Rp 35 menjadi Rp 1990, Mitra Rajasa (MIRA) turun Rp 20 menjadi Rp 630, International Nickel (INCO) turun Rp 225 menjadi Rp 4175, Astra International (ASII) turun Rp 1.400 menjadi Rp 21.900, BRI (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 5950, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi RP 7350, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 500 menjadi Rp 12.150.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bank Danamon (BDMN) naik Rp 75 menjadi Rp 4.200, Central Korporindo (CNKO) naik Rp 8 menjadi Rp 96, Indah Kiat (INKP) naik Rp 10 menjadi Rp 1870.
(qom/lih)











































