Aksi jual saham di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin deras di sesi kedua. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk jauh di bawah level 2.000 dan mencatat salah satu penurunan terbesar dibandingkan bursa regional lainnya.
Saham-saham unggulan terkapar dengan penurunan yang cukup tajam karena dinilai sudah terlalu mahal. Penurunan IHSG kali ini sangat berirama dengan bursa-bursa regional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara IHSG pada perdagangan Kamis (18/6/2009) ditutup merosot hingga 73,987 poin (3,65%) ke level 1.950,987. Indeks LQ 45 juga merosot 16,201 poin (4,14%) ke level 374,789.
Analis saham Edwin Sinaga mengatakan, penurunan IHSG pada penutupan perdagangan saham hari ini disebabkan karena adanya konsolidasi yang berlebihan di pasar.
"Saya melihat adanya ketakutan atau konsolidasi yang berlebihan sehingga hal ini membuat panik," ujar ketika dihubungi detikFinance.
Â
Edwin mengatakan konsolidasi ini akan menyebabkan IHSG turun terus secara cepat sampai kisaran 1850-1900.
"Jadi penurunan akan cepat, saham yang direkomendasikan ya untuk amannya blue chip dulu lah," jelasnya.
Â
Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi 116.154 kali transaksi pada volume 9.287 juta lembar saham senilai Rp 4,248 triliun. Sebanyak 41 saham naik, 186 saham turun dan 41 saham stagnan.
Saham-saham yang mengalami penurunan cukup besar antara lain Astra International (ASII) yang turun hingga Rp 2.100 (9,10%) ke level Rp 21.200. Penurunan ASII yang cukup besar ini dinilai Edwin cukup normal karena harga saham tersebut sebelumnya sudah cukup kemahalan.
Saham-saham lain yang berada di jajaran top loser antara lain Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 menjadi Rp 1950, Mitra Rajasa (MIRA) turun Rp 30 menjadi Rp 620, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 175 menjadi Rp 2.000, International Nickel (INCO) turun Rp 400 menjadi Rp 4.000, BRI (BBRI) turun Rp 400 menjadi Rp 5.800, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 900 menjadi Rp 11.750, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 7.300, Global Mediacom (BMTR) turun Rp 30 menjadi Rp 255.
Sedangkan saham-saham yang masih mampu mencetak kenaikan harga antara lain Bakrie and Brothers (BNBR) naik Rp 2 menjadi Rp 93, Central Korporindo (CNKO) naik Rp 2 menjadi Rp 90, Bentoel Investama (RMBA) naik Rp 10 menjadi Rp 820, Arpeni Pratama Ocean Line (APOL) naik Rp 25 menjadi Rp 280. (qom/lih)











































