"Kami menganggarkan capex sebesar Rp 250 miliar tahun ini," ujar Direktur Corporate Affair SGRO, Hadi Fauzan usai RUPS Tahunan di Graha Niaga, Jakarta, Kamis (18/6/2009).
Menurut Hadi, sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk penanaman lahan seluas 5 ribu hektar. Selain itu, perseroan juga terus berupaya memperluas lahannya dengan terus mengincar lahan untuk diakuisisi.
"Kami terus mencari lahan untuk diakuisisi, meskipun saat ini kebutuhan lahan baru belum terlalu mendesak," ujarnya.
Sayangnya, ia tidak menyebutkan berapa besar anggaran yang khusus disiapkan perseroan untuk keperluan akuisisi tersebut. Ia hanya mengatakan kalau pendanaan capex sepenuhnya menggunakan kas internal perseroan.
Sementara pemegang saham SGRO baru saja menyetujui agenda pembagian dividen tunai tahun 2008 sebesar Rp 90 per saham atau totalnya sebesar Rp 170,1 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 32% dari laba bersih perseroan tahun 2008 yang sebesar Rp 439,52 miliar.
Dividen akan dibagikan pada 29 Juli 2009. Sedangkan sisa laba akan dialokasikan untuk Yayasan Putra Sampoerna sebesar Rp 8,7 miliar, cadangan umum Rp 6 miliar dan sebagian besar sisanya akan ditempatkan sebagai saldo laba ditahan.
(dro/dnl)











































