Nilai tukar rupiah pada Jumat (19/6/2009) pagi dibuka di level 10.390 per dolar AS dan sempat merosot jauh ke 10.530 per dolar AS sebelum akhirnya surut ke level 10.330 per dolar AS.
Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah pada hari ini terjadi karena beberapa faktor. Antara lain karena adanya penyesuaian portofolio asing di pasar saham yang terlihat dari IHSG yang sempat turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi sebetulnya dari data justru domestik menyuplai valas teruama dari ekportir CPO dan pembelian Pertamina turun drastis terkait turunya impor BBM," ujarnya.
Meski menilai pelemahan rupiah masih wajar, namun Hartadi menegaskan Bank Indonesia akan tetap berupaya agar volatilitasnya tidak terlalu besar.
"Jadi pelemahan rupiah masih dalam batas kewajaran. BI hanya menjaga volatilitasnya agar tidak berlebihan," pungkas Hartadi.
(qom/lih)











































