Volatilitas Rupiah Masih Besar

Volatilitas Rupiah Masih Besar

- detikFinance
Senin, 22 Jun 2009 08:05 WIB
Volatilitas Rupiah Masih Besar
Jakarta - Nilai tukar rupiah masih akan menghadapi ujian selama pekan ini, setelah pekan lalu mengalami depresiasi cukup besar. Jika tekanan jual pasar saham dan obligasi berlanjut, rupiah bisa terus tertekan.

Pada perdagangan Senin (22/6/2009) pukul 07.30 WIB, rupiah berada di level 10.300 per dolar AS, dibandingkan penutupan Jumat akhir pekan lalu di level 10.375 per dolar AS. Rupiah diprediksi masih akan bergerak volatile, menjelang pertemuan Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Ekonom Bank Danamon Helmi Arman dalam catatan risetnya menyatakan, nilai tukar rupiah mengalami depresiasi yang substansial hingga 4% pada pekan lalu. Sementara imbal hasil atau yield surat utang berjangka 10 tahun naik setengah persen poin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di antara mata uang Asia lainnya di pasar negara berkembang, Indonesia menghadapi volatilitas yang paling buruk, sebagian berkaitan dengan tingginya kepemilikan asing di pasar obligasi dan ketergantungan yang substansial dari investor asing dalam penyediaan likuiditas," jelasnya.

Ia menegaskan, meski volatilitas tinggi, namun koreksi yang terjadi baru-baru ini tidak berkaitan dengan faktor spesifik dari Indonesia. Apalagi dolar menguat terhadap meyoritas mata uang dunia, sehubungan dengan kenaikan kurva obligasi US treasury.

Helmi menambahkan, fundamental perekonomian Indonesia kini tidak banyak perubahan. Dalam hal ketahanan sektor finansial, saat ini masalah ketidakpastian sudah berkurang jika dibandingkan pada Oktober 2008. Dan meski harga minyak kini harus terus dicermati, namun level saat ini dinilai tidak akan terlalu mempengaruhi perekonomian atau APBN.

"Kami masih yakin bahwa rupiah akan tetap menguat ke level 9.800 per dolar AS hingga akhir tahun," tegas Helmi.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads