IHSG Terpuruk Jauh ke 1975

IHSG Terpuruk Jauh ke 1975

- detikFinance
Senin, 22 Jun 2009 16:12 WIB
IHSG Terpuruk Jauh ke 1975
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terpelanting ke 1975, meski sempat menghijau bahkan menembus lagi level 2.011. Aksi jual hebat mulai terjadi pada sesi II.

Namun kenaikan saham Astra International (ASII) mampu menahan IHSG dari keterpurukan lebih jauh. Saham ASII ditutup tetap naik Rp 850 menjadi Rp 22.900. Kenaikan saham ASII terjadi setelah mengumumkan kenaikan pangsa pasar penjualan otomotif hingga 7% menjadi 57%.

ASII berhasil menjual 98.000 unit mobil atau berarti turun 18% hingga Mei 2009. Namun penurunan itu lebih rendah dibandingkan penurunan penjualan mobil nasional hingga 28% menjadi 170,6 ribu unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara saham-saham sektor pertambangan justru menderita aksi jual hebat setelah harga minyak mentah dunia turun. Pada perdagangan di Asia, kontrak utama minyak light pengiriman Juli turun 12 sen ke level US$ 69,43 per barel. Minyak Brent pengiriman Agustus juga turun 6 sen menjadi US$ 69,13 per barel.

Pada perdagangan Senin (22/6/2009), IHSG ditutup turun 15,445 poin (0,78%) ke level 1.975,027. Indeks LQ 45 turun 1,352 poin (0,35%) ke level 382,193. Penurunan IHSG ini sangat tidak berirama dengan bursa-bursa regional lainnya.

Bursa-bursa regional menutup sesi perdagangan hari ini dengan menguat tipis. Indeks Hang Seng naik 138,62 poin (0,77%) ke level 18.059,55, indeks Nikkei-225 naik 40,01 poin (0,41%) ke level 9.826,27 dan KOSPI naik 16,37 poin (1,18%) ke level 1.399,71.

Sementara bursa-bursa Eropa justru dibuka stabil, indeks FTSE 100 London dibuka turun tipis 0,14%, DAX Frankfurt turun 0,04%, CAC 40 Paris flat di level 3.221,27.

Perdagangan di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia mencatat frekuensi transaksi 93.929 kali pada volume 9.063 juta lembar saham senilai Rp 3,325 triliun. Sebanyak 43 saham naik, 169 saham turun dan 34 saham stagnan.

Saham-saham yang berada di jajaran top gainer selain ASII adalah Bank Danamon (BDMN) naik Rp 150 menjadi Rp 4425, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 7.500, International Nickel (INCO) naik Rp 50 menjadi Rp 4.000, BCA (BBCA) naik Rp 125 menjadi Rp 3650, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 150 menjadi Rp 4650.

Sedangkan saham-saham yang berada di jajaran top loser antara lain PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 800 menjadi Rp 10.900, BRI (BBRI) turun Rp 200 menjadi RP 5.800, Timah (TINS) turun Rp 125 menjadi Rp 2.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 10.050, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 90 menjadi Rp 1.850, PGN (PGAS) turun Rp 75 menjadi Rp 2.925.

(qom/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads