Pada perdagangan Senin (22/6/2009), rupiah ditutup di level 10.485 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 10.375 per dolar AS.
Investor kini kembali memburu dolar dan melepas portofolio lokal seperti di saham dan obligasi. Tekanan permintaan dari korporasi menjelang akhir bulan ikut menekan rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dolar AS di pasar Asia diperdagangkan pada kisaran yang cukup tipis menjelang pertemuan Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) pada 23-24 Juni mendatang. Meskipun para analis meyakini The Fed tidak akan mengubah tingkat suku bunga rendahnya saat ini.
Dolar AS tercatat melemah tipis ke 96,05 yen, dibandingkan sebelumnya di 96,31 yen. Sementara euro melemah ke 1,3909 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,3934 dolar.
"Menjelang pertemuan besar pekan ini, dolar tidak akan banyak bergerak. Investor memilih untuk menunggu," jelas Hideaki Inoue, chief manager dari Mitsubishi Trus and Banking Corp seperti dikutip dari AFP.
(qom/lih)











































