Pada perdagangan kemarin, IHSG kembali jatuh di bawah level 2.000 meski sempat menghijau di sesi-sesi awal. Namun profit taking atas saham-saham komoditas memaksa IHSG ditutup di teritori negatif.
IHSG pada perdagangan Selasa (23/6/2009) diprediksi masih akan bergerak di teritori negatif, dengan fokus pada saham-saham komoditas dan perbankan. Gerak IHSG akan terinspirasi oleh Wall Street dan bursa regional yang kembali memerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor juga akan terus mencermati anjloknya harga minyak mentah dunia hingga di bawah US$ 70 per barel. Demikian pula nilai tukar rupiah yang kemarin sempat merosot hingga 10.500 per dolar AS.
Analis menyatakan, investor untuk sementara memilih untuk keluar dari pasar saham yang kini kembali dirundung sentimen negatif. Mereka kembali memburu dolar yang dianggap sebagai tempat lindung paling aman, di tengah kondisi pasar finansial yang belum sehat.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Optima Securities:
Indeks Masih Tertekan
Setelah sempat menembus level 2.000, melemahnya sektor pertambangan lebih dari 3% menjadi pemicu terkoreksinya indeks 15 poin ke posisi 1.975. Asing masih sell off sehingga terus menekan disamping faktor melemahnya bursa regional. Sementara itu sektor perbankan kembali menjadi primadona seiring terkoreksinya harga minyak sehingga bisa dilakukan switching ke sektor perbankan.
Koreksi masih berpotensi terjadi dengan support kuat di 1.900 sesuai dengan Fibbo 38.2% sementara resistant di 2.000. Beberapa saham pilihan: BBRI, BDMN, ASII, BBCA, dan SMGR.
(qom/qom)











































