Koreksi Masih Membayangi IHSG

Koreksi Masih Membayangi IHSG

- detikFinance
Selasa, 23 Jun 2009 07:32 WIB
Koreksi Masih Membayangi IHSG
Jakarta - Jatuhnya bursa-bursa utama dunia akan membayangi gerak saham-saham di lantai Bursa Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali terantuk-antuk diteritori negatif.

Pada perdagangan kemarin, IHSG kembali jatuh di bawah level 2.000 meski sempat menghijau di sesi-sesi awal. Namun profit taking atas saham-saham komoditas memaksa IHSG ditutup di teritori negatif.

IHSG pada perdagangan Selasa (23/6/2009) diprediksi masih akan bergerak di teritori negatif, dengan fokus pada saham-saham komoditas dan perbankan. Gerak IHSG akan terinspirasi oleh Wall Street dan bursa regional yang kembali memerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Senin (22/6/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup merosot hingga 200,72 poin (2,35%) ke level 8.339,01. Pelemahan Wall Street langsung diikuti oleh Bursa Tokyo. Indeks Nikkei-225 dibuka langsung merosot 130,51 poin (1,33%) ke level 9.695,76.

Investor juga akan terus mencermati anjloknya harga minyak mentah dunia hingga di bawah US$ 70 per barel. Demikian pula nilai tukar rupiah yang kemarin sempat merosot hingga 10.500 per dolar AS.

Analis menyatakan, investor untuk sementara memilih untuk keluar dari pasar saham yang kini kembali dirundung sentimen negatif. Mereka kembali memburu dolar yang dianggap sebagai tempat lindung paling aman, di tengah kondisi pasar finansial yang belum sehat.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Optima Securities:

Indeks  Masih Tertekan

Setelah sempat menembus level 2.000, melemahnya sektor pertambangan lebih dari 3% menjadi pemicu terkoreksinya indeks 15 poin ke posisi 1.975. Asing masih sell off sehingga terus menekan disamping faktor melemahnya bursa regional. Sementara itu sektor perbankan kembali menjadi primadona seiring terkoreksinya harga minyak sehingga bisa dilakukan switching ke sektor perbankan.

Koreksi masih berpotensi terjadi dengan support kuat di 1.900 sesuai dengan Fibbo 38.2% sementara resistant di 2.000. Beberapa saham pilihan: BBRI, BDMN, ASII, BBCA, dan SMGR.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads