Pelemahan IHSG terjadi seiring dengan kejatuhan saham-saham komoditas dan perbankan. Pelemahan juga terjadi beriringan dengan bursa regional setelah Wall Street turun tajam pada perdagangan kemarin.
Bursa Hong Kong menutup sesi pagi dengan penurunan 570,30 poin (3,16%) ke level 17.489,25. Indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo juga merosot 303,26 poin (3,09%) ke level 9.523,01 .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi transaksi hingga 61.424 kali transaksi pada volume 4.287 juta lembar saham senilai Rp 2,531 triliun. Sebanyak 9 saham naik, 184 saham turun dan 31 saham stagnan.
Saham-saham komoditas yang mengalami penurunan harga seiring dengan turunnya harga minyak mentah hingga di bawah US$ 67 per barel antara lain: PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 650 menjadi Rp 10.250, Adaro (ADRO) turun Rp 100 menjadi Rp 1.080, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 100 menjadi Rp 1.870, Mitra Rajasa (MIRA) turun Rp 30 menjadi Rp 570, International Nickel (INCO) turun Rp 200 menjadi Rp 3.800, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 140 menjadi Rp 1.710.
Saham-saham perbankan juga melemah seperti Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 125 menjadi Rp 3.100, BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 5.700, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 125 menjadi Rp 4.300, BCA (BBCA) turun Rp 125 menjadi Rp 3525, BNI (BBNI) turun Rp 40 menjadi Rp 1540.
Saham-saham lain yang berada di jajaran top loser antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 7350, Lippo Karawaci (LPKR) turun Rp 10 menjadi Rp 690, United Tractor (UNTR) turun Rp 250 menjadi Rp 9800, Bakrieland Development (ELTY) turun Rp 20 menjadi Rp 250.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 350 menjadi Rp 23.250, Tunas Ridean (TURI) naik Rp 10 menjadi Rp 1250.
(qom/lih)











































